Kamis, 19 September 2019

Dorong Saya Saing Industri, Kemenperin Minta Kemenkeu Bebaskan PPN Biji Kakao


Finroll.com — Guna memenuhi kebutuhan bahan baku bagi industri pengolahan kakao sekaligus memacu produktivitas dan daya saingnya. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang mengusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membebaskan pungutan pajak pertambahan nilai (PPN) importasi biji kakao.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan usulan pembebasan PPN tersebut diharapkan segera direspon oleh Kemenkeu.

Dengan adanya kebijakan itu nantinya industri domestik bisa lebih berdaya saing terutama yang berbasis komoditas lantaran bahan baku di dalam negeri bisa didorong lebih optimal dalam penyediaannya.

“Kita ingin PPN kakao nol, selain kapas dan log kayu. PPN tidak dihapus, tetapi tarifnya nol. Ini diharapkan bisa mendorong daya saing industri, karena di era free trade dengan negara-negara ASEAN sudah nol tarifnya,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Semengara untuk menjaga ketersediaan bahan baku, pemerintah bersama stakeholder dapat memfokuskan diri untuk meningkatkan produktivitas budidaya kakao. Sedangkan, di sektor industri, diharapkan dapat menjalin kemitraan dengan petani dalam menjaga kontinuitas pasokan bahan baku biji kakao.

“Selain itu, kami memacu pada konsumsi kakao bagi masyarakat Indonesia. Salah satu upayanya adalah melalui edukasi di sekolah dan promosi yang dilaksanakan di dalam maupun luar negeri serta gerakan peringatan Hari Kakao Indonesia,” tandasnya.(red)

BACAAN TERKAIT