Rabu, 10 Juli 2019

Sesuai Syariah, Superqurban Solusi Ketahanan Pangan Indonesia Dan Dunia


Finroll.com — Sejak tahun 2000, Rumah Zakat melakukan inovasi dengan menghadirkan Superqurban yang prosesnya dilakukan secara syariah.

Superqurban adalah program optimalisasi qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi cadangan pangan dari protein hewani dalam bentuk kornet ataupun rendang.

“Superqurban ini sesuai hadist yang disampaikan oleh Aisyah, bahwa dahulu mereka biasa mengasinkan atau mengawetkan daging udhiyyah (qurban) sehingga mereka bawa ke Madinah. Kemudian Nabi SAW bersabda:

“Janganlah kalian menghabiskan daging udhiyyah (qurban) hanya dalam waktu tiga hari,” (HR. Bukhari-Muslim),”
ungkap Nur Efendi, CEO Rumah Zakat, Rabu (10/7).

Nur menambahkan, hewan kurban yang dipilih sudah sesuai dengan ketentuan syari, mulai dari kondisi hewan yang sehat, sesuai umur, tidak ada cacat berdasarkan pengawasan dewan syariah dan dokter hewan.

Selain itu juga proses pemotongannya pun dilakukan di Hari Raya Idul Adha dan tiga hari tasyrik.

Selama 2018 Rumah Zakat telah menyalurkan 502.521 paket Superqurban untuk 251.257 penerima manfaat.

Sedangkan dari Januari hingga Juni 2019 Rumah Zakat telah menyalurkan 161.986 paket Superqurban untuk 80.993 penerima manfaat.

Sementara itu, Idul Adha 2019 Rumah Zakat menargetkan 15.000 pequrban dengan jumlah satu juta paket Superqurban untuk didistribusikan.

Penyaluran Superqurban dilakukan di wilayah pelosok desa dan di wilayah bencana di seluruh Indonesia, dengan Superqurban diharapkan bisa menjadi solusi ketahanan pangan di Indonesia dan dunia.(red)

CIMB NIAGA

BACAAN TERKAIT