Jumat, 19 Maret 2021

Untung Rugi Bisnis Cloud Kitchen


Cloud kitchen, belakangan banyak dibicarakan dan dilirik oleh pebisnis kuliner. Konsep cloud kitchen ini mulai digandrungi oleh pebisnis kuliner pada masa pandemi virus corona. Sebenarnya apa cloud kitchen itu?

Anda mungkin sudah cukup akrab dengan istilah cloud yang beberapa saat ke belakang mulai menjamur di Indonesia. Secara sederhana, teknologi komputasi cloud ini memungkinkan perusahaan untuk menyimpan dan mengakses seluruh data serta program melalui internet, sehingga perusahaan tidak lagi perlu menggunakan hard drive komputer.

Cloud kitchen sendiri merupakan model bisnis F&B yang hanya menerima pesanan melalui medium virtual, seperti website, aplikasi hp, dan telepon. Ya, dalam sistem ini, tidak ada meja dan kursi bagi pelanggan, tidak ada etalase untuk memamerkan makanan. Satu-satunya ruangan yang diperlukan adalah dapur yang digunakan untuk memproduksi makanan yang akan dijual pada konsumen. Sistem ini sukses jadi solusi ampuh bagi pebisnis untuk tetap mengoperasikan bisnis di tengah pandemi.

Mengapa Cloud Kitchen Cocok Diterapkan saat Pandemik?

Karena tidak memerlukan area servis atau front of house, model bisnis cloud kitchen ini secara penuh menekankan perhatiannya untuk membangun infrastruktur dapur, sistem delivery, serta kebersihan makanan dan kemasan yang berkualitas. Keempat pilar utama bisnis inilah yang menjadi keunggulan bagi cloud kitchen di tengah krisis kesehatan seperti ini.

Dari sisi bisnis, cloud kitchen juga memungkinkan perusahaan untuk menghemat banyak anggaran operasional. Hanya dengan 6 orang karyawan­­— 1 orang head chef, 2 orang junior chef, 2 helper, dan 1 housekeeper­—cloud kitchen sudah bisa beroperasi dengan lancar. Perusahaan juga dapat menyimpan margin keuntungan lebih dan menghemat biaya operasional di saat regresi seperti ini dengan menghilangkan biaya maintenance untuk area servis restoran.

Selain efisiensinya, cloud kitchen ini juga unggul akan data pelanggannya. Karena seluruh data penjualan dan data pelanggan tercatat dengan baik dalam sistem penyimpanan cloud, perusahaan dapat menggunakan data tersebut untuk menganalisis dan memprediksi penjualan, serta memahami target pasarnya dengan lebih baik. Dengan sistemnya yang fleksibel, efisien dan berbasis data, bisnis cloud kitchen ini selanjutnyajuga dapat diekspansi lebih cepat dibanding usaha restoran brick and mortar.

Kelemahan Cloud Kitchen dalam Bisnis kuliner

Seperti konsep lainnya, tentu saja cloud kitchen memiliki beberapa kelemahan yang harus diperhatikan sebelum pihak restoran memutuskan untuk menggunakan konsep ini.

Salah satunya adalah masalah kebersihan. Banyak kritik yang disampaikan kepada cloud kitchen di luar negeri yang mengangkat masalah kebersihan dari makanan. Masalah ini timbul karena banyak perusahaan yang mendirikan dapur di tempat yang kurang bersih dengan alasan penghematan.

Konsep cloud kitchen sendiri juga tanpa disadari membutuhkan usaha lebih dalam menjaga kebersihan dapur. Hal ini dikarenakan tidak semua brand memiliki standar kebersihan yang sama. Harus dibuat sebuah standar tersendiri yang bisa ditaati oleh semua brand dalam dapur tersebut.

Selain itu, masalah teknologi juga menjadi salah isu penting yang muncul dalam cloud kitchen. Mau tidak mau, setiap restoran harus lebih mengerti teknologi dalam konsep ini.

Pembayaran menjadi masalah krusial dalam cloud kitchen. Dalam satu aplikasi terdapat banyak restoran sehingga akan sedikit merumitkan masalah pembagian hasil. Untuk itulah dibutuhkan pemahaman mendalam mengenai keuangan dan teknologi itu sendiri.

CIMB NIAGA
kitchen 001 finroll media
kitchen 001 FR Media

Penetrasi Bisnis Kuliner Indonesia

Mau tidak mau, tentunya iklim bisnis di Indonesia harus mengikuti tren terkini yang sedang berkembang di dunia agar dapat terus bersaing. Salah satunya adalah tren cloud kitchen ini. Di Indonesia sendiri mulai banyak yang menggunakan konsep ini sebagai salah satu cara dalam memasarkan produknya.

Grab melalui salah satu kanal bisnisnya, GrabKitchen, sudah mulai hadir di Indonesia sejak bulan September tahun 2018. Total hingga saat ini GrabKitchen sudah memiliki empat gerai di Jakarta, yakni di Cideng, Kramat, Tendean, dan Kedoya. Keempat gerai ini merupakan representasi dari masing-masing wilayah di Jakarta, sehingga konsumen hanya perlu menunggu 30 menit untuk mendapatkan makanan yang diinginkan.

Sedangkan kompetitor utama Grab, Gojek, baru-baru ini juga menginvestasikan modal ke salah satu startup cloud kitchen dari India, yakni Rebel Foods. Bersama dengan Rebel Foods, Gojek memiliki rencana untuk membuka 100 gerai cloud kitchen dalam waktu 18 bulan ke depan di Indonesia.

Banyak pula startup di Indonesia yang akhirnya lahir untuk mengakomodasi munculnya konsep cloud kitchen ini.

Salah satu diantaranya adalah pesendulu.com. Merupakan bagian dari CRP Group, pesendulu.com menawarkan paket nasi boks atau menu-menu yang dimiliki oleh warunk upnormal untuk bisa dipesan oleh konsumen. Konsumen hanya perlu melakukan pemesanan melalui laman pesendulu.com.

Selain itu, ada juga Yummy Corp. Yummy Corp yang memiliki afiliasi dengan Ismaya Group ini menawarkan paket makanan sehat yang telah dihitung nilai gizinya oleh ahli gizi. Berbeda dengan pesendulu.com, pemesanan di Yummy Corp harus dilakukan melalui mobile app yang mereka miliki.

Satu hal yang patut ditunggu, apakah mungkin beberapa tahun lagi cloud kitchen akan menguasai pasar bisnis kuliner Indonesia dan membuat banyak restoran menutup gerainya lalu beralih ke konsep ini.peralatan dan kecelakaan, sehingga tim Anda bisa bekerja secara optimal. Semoga bermanfaat!

Butuh Bantuan Pemasaran Digital ?

Jangan ragu untuk menghubungi kami untuk proyek pemasaran digital dan tujuan bisnis Anda.

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT