Berapa Dana yang Disiapkan oleh Ribbit untuk Masuk ke Bank Jago ?

  • Bagikan
bank jago
bank jago

Salah satu venture capital kenamaan asal Paman Sam masuk dan berinvestasi ke salah satu emiten bank digital Tanah Air yaitu PT Bank Jago Tbk (ARTO).

Venture capital tersebut bernama Ribbit Capital. Ribbit adalah salah satu investor fintech terkemuka di dunia yang investasinya meliputi Robinhood, Revolut, Affirm, Nubank, Coinbase dan Credit Karma.

Bank Jago bukan bank digital pertama dalam investasi Ribbit. Sebelumnya, venture capital asal PaloAlto, California, AS ini telah berinvestasi di Nubank, bank digital asal Brasil.

Pengumuman masuknya Ribbit Capital ke ARTO ini dilakukan setelah sebelumnya ada sejumlah transaksi misterius raksasa di pasar negosiasi.

Awal transaksi negosiasi di saham ARTO terjadi pada 26 Agustus 2021. Nilai transaksinya mencapai Rp 1,43 triliun. Saham ARTO diborong oleh investor asing di harga rata-rata Rp 15.350/unit sebanyak 933.800 lot saham.

Selang sebulan tepatnya pada 21 September 2021, ada lagi transaksi nego di saham ARTO oleh asing sebanyak 156.511 lot di harga rata-rata Rp 16.246/unit. Tiga hari setelahnya ada lagi transaksi dengan volume 74.322 lot di harga Rp 16.372/unit.

Terakhir adalah pada 30 September lalu. Sebanyak 120.000 lot saham ARTO ditransaksikan di pasar negosiasi dengan harga Rp 15.700/unit. Perlu diketahui transaksi-transaksi tersebut dilakukan oleh asing sebagai pembeli sedangkan penjual berasal dari dalam dan luar negeri.

Jika ditotal maka dalam sebulan terakhir nilai transaksi ARTO di pasar negosiasi yang dilakukan oleh asing mencapai Rp 2,14 triliun. Sementara dilihat dari segi volumenya mencapai 1,28 juta lot atau setara dengan 128 juta lembar. Rata-rata harga transaksinya di sekitar Rp 15.500/unit.

TanggalVolume (Lot)Average Price (Rp/unit)Nilai Transaksi(Rp triliun)
26 Agustus 2021933.80015.3501,43
21 September 2021156.51116.2460.25
23 September 202174.32216.3720.27
30 September 2021120.00015.7000.19

Sebagai informasi, untuk saat ini total saham beredar ARTO mencapai 13,7 miliar. Artinya jika dilihat dari transaksi tersebut maka porsinya belum mencapai 5% atau lebih tepatnya baru 0,93% saja.

Sehingga walaupun Ribbit Capital sudah mengumumkan investasinya di ARTO kemungkinan besar kepemilikannya masih di bawah 5%.

Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar, mengatakan kehadiran Ribbit menunjukkan minat dan ketertarikan yang tinggi investor kelas dunia terhadap upaya Bank Jago dalam memajukan inklusi keuangan digital di negeri ini.

Investasi Ribbit menambah daftar pemegang saham kredibel dan memiliki komitmen kuat dalam memajukan Bank Jago sebagai pemain utama di bisnis bank digital. Sebelumnya, Bank Jago telah mendapatkan kepercayaan dari Gojek yang dilakukan melalui bisnis layanan keuangan dan pembayaran digitalnya dan GIC Private Limited.

Sebelumnya, Bank Jago meluncurkan platform perbankan digital pada 15 April 2021 bertujuan untuk menyediakan akses bagi masyarakat membuka rekening bank secara instan serta memampukan mereka mengelola keuangan secara lebih cepat, simple dan kolaboratif.

Melalui adopsi teknologi terkini, aplikasi Jago dirancang khusus untuk mampu tertanam dalam ekosistem digital untuk menghadirkan pengalaman baru dalam bertransaksi yang berfokus pada kehidupan nasabah.

Dalam 12 bulan terakhir Bank Jago telah bermitra dengan ekosistem digital, berbagai platform lending serta wealth management.

Aplikasi Jago baru-baru ini diintegrasikan ke dalam aplikasi Gojek sebagai metode pembayaran tanpa uang tunai yang memungkinkan jutaan pengguna Gojek bertransaksi secara seamless, cepat dan efisien.

Integrasi bank dengan ekosistem digital secara seamless ini menjadi salah satu milestone perjalanan industri perbankan.

Selain dengan Gojek, aplikasi Jago juga terintegrasi dengan platform investasi digital Bibit. Integrasi ini memungkinkan jutaan pengguna Bibit membuka rekening bank Jago melalui aplikasi Bibit, dan mengelola investasi mereka secara lebih terencana.

Pengguna Bibit bisa melakukan pembelian reksadana secara rutin dengan melakukan autodebet rekening Jago.

Pangsa perbankan digital di Indonesia sangat luas. Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia dengan populasi masyarakat yang belum memiliki rekening bank (unbanked population).

Lima puluh dua persen penduduk dewasa – atau sekitar 95 juta – tidak memiliki rekening bank dan lebih dari 47 juta penduduk dewasa tidak memiliki akses memadai pada kredit, investasi dan asuransi .

Sementara di lain pihak, penetrasi smartphone di Indonesia mencapai hingga 70%-80%; hal ini menandakan masyarakat Indonesia secara infrastruktur siap untuk perbankan digital.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Sumber : cnbcindonesia.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->