Senin, 13 September 2021

Embung Grigak Gunung Kidul , Coca-Cola Bantu Akses Air Petani


Coca-Cola Indonesia menginisiasi pembangunan embung tadah hujan di wilayah Pantai Grigak, Gunungkidul, Yogyakarta. Pembangunan ini dilakukan Coca-Cola bekerja sama dengan Yayasan Obor Tani (YOT) didukung oleh Eco-Camp Mangun Karsa.


Embung ini berpotensi membantu aktivitas para petani setempat untuk memperoleh dan menampung air, serta mendukung aktivitas pertanian saat musim kemarau.

Director of Public Affairs, Communications and Sustainability of PT Coca-Cola Indonesia dan Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI), Triyono Prijosoesilo menjelaskan komitmen Coca-Cola sebagai strategi jangka panjang pada tahun 2030, yakni terus berupaya mencapai ketersediaan air atau Water Security bagi bisnis Coca-Cola, keberlangsungan pertanian, serta masyarakat luas.

Penatagunaan (water stewardship) dan pengelolaan air yang bertanggung jawab menjadi prioritas program Coca-Cola untuk terus memberikan dampak positif pada masyarakat dan ekosistem lingkungan di masa depan.

“Tapi di lain pihak, kami juga berusaha mengkompensasikan jumlah air yang digunakan dengan membangun kegiatan-kegiatan atau program-program yang bertujuan mengembalikan air ke alam atau memberikan akses air kepada masyarakat. Di sinilah komitmen jangka panjang kami,” katanya.

“Selama Coca-Cola beroperasi, di mana pun kami berada, kami akan tetap berkontribusi terkait pengelolaan air secara lebih baik,” tambah Triyono.

Turut berkontribusi, YOT berperan dalam pembangunan Embung Grigak. Menurut Direktur Eksekutif YOT, Pratomo, wilayah Pantai Grigak dengan tanah karst atau tanah kapur yang memiliki tingkat keasaman (pH di atas 6) sangat berpotensi memberikan manfaat untuk tanaman. Dia mengatakan, secara geografis, Pantai Grigak sebenarnya mempunyai tanah yang subur dan kaya mineral yang diperlukan oleh tanaman.

Sebagai embung tadah hujan, Embung Grigak diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bagi para petani di sekitar lokasi saat musim kemarau. Selain itu, diharapkan juga Embung Grigak bisa menjadi sentra ekonomi baru dengan memanfaatkan lokasi embung menjadi lokasi wisata.

Pratomo menjelaskan, ada 3 hal yang dilakukan YOT untuk menjaga ekosistem di Embung Grigak. Yakni konservasi lingkungan, agrowisata, dan produksi budidaya tanaman hortikultural.

“Kita menanam tanaman-tanaman keras seperti lengkeng, alpukat, kelapa untuk konservasi lingkungan agar semakin hijau, dan air dapat semakin terjaga di sana. Kemudian tempatnya bisa menjadi agrowisata. Dan ketiga, masyarakat bisa produksi dari pohon-pohon yang ditanamnya,” tambah Pratomo.

Jababeka industrial Estate

Adapun manfaat Community Water Program di Embung Grigak tentu dirasakan masyarakat sekitar. Perwakilan Eco-Camp Mangun Karsa, Romo Dr. Ir. P. Wiryono Priyotamtama, SJ selaku ketua PP Eco-Camp Mangun Karsa mengatakan, adanya Embung Grigak dapat menumbuhkan potensi wisata dan ekonomi warga sekitar.

“Sekarang ada embung, dan ternyata kita bisa mengangkat air tanah pakai pompa dengan energi surya, maka kemungkinan memberikan air sepanjang tahun untuk irigasi. Di situ masyarakat mulai bersemangat untuk kembali ke pertanian,” katanya.

Sebagai program dari Coca-Cola bersama YOT, Embung Grigak yang berlokasi di Dukuh Karang, Kelurahan Girikarto, Kepanewon Panggang, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah diresmikan pada Mei 2021 lalu. Saat ini, Embung Grigak telah mengairi 20 hektare sawah dan 5 ribu tanaman di 30 hektare lahan perkebunan.

Karena itu, hadirnya embung tadah hujan di Pantai Grigak ini diharapkan mampu memberikan keuntungan bagi para petani yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.

Sumber : cnnindonesia.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT