Rabu, 13 Oktober 2021

Bali Tourism Board Minta Pemerintah Terapkan Kembali Work From Bali


Financeroll, JAKARTA – Bali Tourism Board atau BTB meminta pemerintah melanjutkan kembali program work from Bali yang sempat terhenti akibat gelombang kedua pandemi pada pertengahan tahun ini.

Pelaku industri pariwisata di Pulau Dewata itu belakangan tengah menggeser potensi pasar mereka pada jasa meetings, incentives, convention, dan exhibition (MICE) dari perusahaan swasta hingga kementerian atau lembaga.

Ketua BTB Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan bahwa pertumbuhan pendapatan industri pariwisata dan restoran dari jasa MICE itu bergerak positif hingga 7 kali lipat jika dibandingkan dengan sektor lainnya, seperti jasa wisata reguler selama ini.

“Kami akan menggarap pasar domestik, kami ingin pemerintah melanjutkan kembali work from Bali karena baru saja mulai. Kami sudah memasarkan ke perusahaan, BUMN, kementerian, dan mempelajari keperluan mereka,” kata Bagus dalam Travel Industry Webinar yang diselenggarakan Bisnis Indonesia, Rabu (13/6/2021).

Bagus menuturkan, industri pariwisata dan restoran di Bali sudah mulai menyiapkan sejumlah kebutuhan dari potensi sektor MICE dalam negeri.

Misalkan, dia mencontohkan, pelaku usaha sedang menyiapkan hidangan halal sembari menambah fasilitas musala di setiap hotel. Selain itu, terdapat sejumlah modifikasi pada peraturan kamar untuk memenuhi kebutuhan tamu domestik tersebut.

“Di Bali itu gampang, hal-hal spesifik itu yang kami siapkan, sambil menunggu wisatawan mancanegara hadir. Kami pengusaha akan melihat arahanya seperti apa, potensi MICE ini cukup menghibur karena membantu arus kas pengusaha di Bali,” kata dia.

Sejumlah negara di Eropa disebutkan berkomitmen untuk mengirimkan warganya pelesir ke Bali seiring dengan rencana uji coba pembukaan destinasi wisata bagi turis internasional.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat memberikan konferensi pers mingguan kepada awak media secara daring, Senin (11/10/2021).

“Kita mengusulkan beberapa negara di Eropa yang belum Sumber dalam Bisnis.com negara yang boleh Sumber, seperti disampaikan pak Menko Marves, negara-negara yang banyak memberikan komitmen seandainya dibuka, mereka akan mengirimkan dalam bentuk charter flight,” kata Sandi.

Jababeka industrial Estate

Sejumlah negara yang dimaksud Sandi itu di antaranya Rusia, Ukraina, dan negara-negara Eropa Barat. Menurut Sandi, sejumlah negara yang menyatakan minatnya itu masih menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Indonesia.

“Walaupun itu disampaikan last minute, tapi kami sudah mendapatkan konfirmasi kalau keputusan itu segera diterbitkan, dalam waktu ke depan ini akan ada penerbangan awal yang akan mendarat pada 14 Oktober ini,” kata dia.

Dengan demikian, Sandi optimistis destinasi wisata di Bali masih menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara untuk berlibur selepas pandemi Covid-19.

“Jangan cemas, Bali ini masih top of mind dari wisatawan mancanegara dunia. Kami optimistis akan menerima segera konfirmasi pengajuan landing request atau landing permit dari beberapa maskapai,” kata dia.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan menegaskan bahwa pembukaan perjalanan internasional di Bandara Ngurah Rai, Bali  per 14 Oktober 2021 berlaku selama otoritas bandara telah memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, tes, dan kesiapan Satgas.



Sumber / Bisnis.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT