Minggu, 14 November 2021

Boeing Yakin Persoalan Seri 787 dan 737 Max Segera Selesai


Financeroll, JAKARTA – Boeing Co., optimistis bakal segera menyelesaikan masalah perizinan dua seri paling penting, 787 dan 737 Max.

Dilansir Bloomberg pada Sabtu (13/11/2021), Senior Vice President Penjualan Komersial dan Pemasaran Boeing Ihssane Mounir mengatakan perusahaan sudah mendekati penyelesaian izin pengiriman seri 787. Hal itu diungkapkan pada Dubai Airshow yang berlangsung pada 14 – 18 November.

Seri ini dikenal sebagai Dreamliner, pesawat berbadan lebar paling canggih dari Boeing yang dibuat dengan bahan komposit. Tetapi, sudah hampir setahun terakhir, Badan Penerbangan Federal (FAA) membekukan izin pengiriman Boeing 787 lantaran tercatat mengalami kerusakan elektrifikasi dan masalah lainnya.

Kembalinya Dreamliner ke landas pacu akan menjadi titik balik bagi keuangan perusahaan, tetapi kerusakan harus segera diatasi untuk meraih izin dari regulator.

“Kami terus melakukan pekerjaan dengan teliti pada setiap langkah. Ini adalah cara Boeing bersikap keras terhadap Boeing. Ini adalah kasus bagi kami untuk melihat setiap aspek desain dan pembuatan pesawat untuk memastikan kami mematuhinya,” ujar Mounir.

Saat ini Boeing sedang dalam diskusi dengan regulator China dalam mensertifikasi kembali 737 Max dengan lorong tunggal.

Sebelumnya, Chief Executive Officer Dave Calhoun pada bulan lalu mengatakan harapannya sehingga Max dapat kembali dikirim pada kuartal pertama setelah uji terbang sukses pada Agustus

Administrasi Penerbangan Sipil China mengungkapkan kepuasannya terhadap perubahan desain Boeing Co., untuk jet 737 Max-nya sehingga dapat mengatasi masalah keselamatan.

Pihak berwenang mengundang operator untuk memberikan umpan balik pada 26 November tentang arahan kelaikan udara yang diusulkan untuk 737 Max. Regulator China juga menguraikan prosedur khusus bagi pilot jika terjadi masalah dan mencantumkan semua sistem yang harus berfungsi sebelum penerbangan dapat dilakukan.

Jababeka industrial Estate


Sumber / Bisnis.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT