Di Ajang GIIAS 2019, Astra Targetkan Penjualan Rp 1 triliun

  • Bagikan

Keterangan foto : Ilustrasi booth Astra di GIIAS 2019

Finroll.com — Selama 10 hari Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, yang menjadi sponsor utama gelaran otomotif, Astra Financial memasang target pembiayaan cukup tinggi. Astra Financial membidik nilai transaksi pembiayaan kredit sebesar Rp 1 tiruliun.

Gunawan Salim selaku Project Director GIIAS 2019 yang juga Chief Marketing Officer Retail Business Asuransi Astra, menjelaskan target yang ditetapkan sama dengan pencapaian tahun lalu. Hal ini dikarenakan kondisi pasar otomotif yang masih lesu pada saat ini.

“Kondisi ekonomi lagi lesu, daya belu masyarakat turun. Apalagi tahun ini juga merupakan tahun politik yang berdampak pada menurunnya penjualan otomotif,” kata Gunawan dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Target pembiayaan sebesar Rp 1 triliun tersebut menurut Gunawan, berasal dari sekitar 4.500 aplikasi pengajuan kredit yang terjadi selama pameran berlangsung. Meski tak mematok target yang besar, tapi dia mengaku kaget pada keramaian yang terjadi di GIIAS sejak awal pameran dimulai.

Animo masyarakat cukup tinggi, bahkan dianggap lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Hal ini dibuktikan dengan adanya enam aplikasi pengajuan pada hari pertama, sementara tahun lalu sembilan booth Astra benar-benar kosong.

“Bukan hanya di Astra Financial saja, di booth ATPM juga sudah meningkat, contoh di Daiahtsu yang pada hari pertama sudah 19 surat pemesanan kendaraan (SPK). Hal ini mungkin karena selama ini konsumen menahan diri untuk membeli mobil. Kita semua berharap ini berlanjut membaik di semester kedua, meskipun perolehan sesuai tahun lalu saja sudah bagus,” kata dia.

Lebih lanjut Gunawan mengatakan akibat penurunan penjualan otomotif, sangat berdampak besar bagi asuransi Astra. Apalagi, sekitar 50% pendapatan asuransi Astra diperoleh dari asuransi kendaraan bermotor, sisanya 30% dari segmen komersial, dan 20 persen lagi dari kesehatan.

“Saat otomotif turun, ternyata kontribusi dari segmen komersial seperti properti dan alat berat, juga segmen kesehatan yang sedang naik. Makanya semester satu ini bisa tertutupi dari kenaikan kedua segmen itu,” ucap Gunawan.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan (wholesales) otomotif di Semester I 2019 atau sepanjang Januari-Juni 2019 sebanyak 481.577 unit atau anjlok 14,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 553.773 unit.

Sementara Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto menilai, ada dua faktor penyebab turunnya penjualan otomotif yakni pertumbuhan ekonomi tidak seperti yang diharapkan dan adanya konsentrasi masyarakat ke Pemilu 2019.(red)

  • Bagikan
-->