Senin, 13 September 2021

Ditargetkan Rampun 2022, Bendungan Sadawarna Siap Dukung Kawasan Industri Patimban


Financeroll, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan Bendungan Sadawarna akan rampung pada 2022. Konstruksi bendungan tersebut dinilai akan mendukung pengembangan Kawasan Industri Patimban di Subang, Jawa Barat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pengoperasian Bendungan Sadawarna akan medukung ketahanan air dan pangan nasional. Basuki mencatat, Bendungan Sadawarna dapat mengairi lahan seluas 4.500 hektare di Kabupaten Subang dan Indramayu.

“Pembangunan bendungan akan diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya, sehingga dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun bisa bertambah menjadi 2–3 kali tanam,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (13/9/2021).

Basuki berujar, Bendugnan Sadawarna akan memasok air baku hingga 1 liter per detik (lpd) ke Kawasan Pelabuhan Patimban dan Pantura. Secara khusus, air baku tersebut akan disalurkan ke tiga kabupaten, yakni Subang, Indramayu, dan Sumedang.

Adapun, Bendungan Sadawarna memliki daya tampung hingga 44,61 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 720 hektare. Air baku tersebut datang dari Sungai Cipunagara yang mengalir dari Gunung Bukit Tunggul dan bermuara ke Laut Jawa.

Oleh karena itu, Bendungan Sadawarna dirancang untuk mereduksi banjir di daerah aliran sungai (DAS) Cipunagara, yakni Subang, Sumedang, dan Indramayu. Potensi reduksi banjir dari Bendungan Sadawarna mencapai 26,9 lpd.

Konstruksi Bendungan Sadawarna sendiri dibagi menjadi dua tahap yang menelan anggaran hingga Rp1,9 triliun. Konstruksi tahap I meliputi bendungan utama, bangunan pengambilan, hidromekanikal, elektrikal, dan bangunan pengelak, sedangkan tahap II adalah pembangunan spillway, jalan akses, dan bangunan fasilitas.

Konstruksi tahap I dilakukan oleh kerja sama operasi (KSO) antar PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Daya Mulia Turangga, dan PT Barata Indonesia (Persero). Anggaran yang ditelan pada tahap I mencapai Rp1 triliun, sedangkan perkembangan konstruksinya mencapai 58,65 persen.

Sementara itu, konstruksi tahap II dilakukan oleh KSO antara PT Nindya Karya (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. senilai Rp907,6 miliar. Perkembangan konstruksi tahap II sejauh ini berada di level 54,58 persen.

CIMB NIAGA


Sumber / Bisnis.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT