Selasa, 5 Januari 2021

Indonesia Siap Jadi Raja Produsen Mobil Listrik


Finroll.com – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa Indonesia berambisi menjadi araj Produsen Mobil Listrik  di ASEAN pada 2030.

“Indonesia sudah menargetkan, kami punya ambisi bahwa tahun 2030 Indonesia akan menjadi pusat industri kendaraan listrik yang ada di kawasan, yang ada di ASEAN,” kata dia di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Untuk merealisasikan hal tersebut, pemerintah harus mampu merayu investor menanamkan modalnya di dalam negeri dalam pengembangan industri kendaraan listrik.

“Untuk mencapai itu tentu segala macam kebijakan agar para investor itu bisa tertarik menanamkan modalnya di Indonesia untuk bangun kendaraan listrik itu sedang kita laksanakan, sudah kita laksanakan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan yang mendukung industri kendaraan listrik melalui diskon pajak, yaitu deduction tax. Saat ini pemerintah juga sedang menyiapkan aturan omnibus law yang diharapkan bisa mendukung industri tersebut.

Menurutnya investor menantikan relaksasi kebijakan pemerintah Indonesia melalui omnibus law.

“Omnibus law yang sekarang sedang ditunggu oleh calon-calon investor ketika kami melakukan kunjungan ke Jepang dan Korsel kemarin. Nah omnibus law ini betul-betul sedang ditunggu. Jadi ini merupakan, mudah-mudahan dengan lahirnya omnibus law itu merupakan sebuah milestone dari percepatan pertumbuhan industri yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Tesla Siap Investasi

Pemerintah Indonesia tengah membujuk pemain besar di Industri tersebut, Tesla, untuk berpartisipasi menanamkan modalnya di tanah air.

Dalam rilis media Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI disebutkan, Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan melakukan pembicaraan melalui telepon bersama CEO Tesla Elon Musk pada Jumat kemarin (11/12). Pembicaraan itu membahas mengenai peluang investasi perusahaan mobil listrik Tesla di Indonesia.

Jababeka industrial Estate

“Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo juga mengajak Tesla untuk melihat Indonesia sebagai launching pad Space X,” ujar rilis resmi tersebut yang diterima Kontan, Minggu (13/12).

CEO Tesla, Elon Musk dikabarkan menanggapi undangan Presiden RI Joko Widodo dengan rencana mengirimkan timnya ke Indonesia pada bulan Januari 2021 nanti untuk menjajaki semua peluang kerja sama tersebut.

Elon Musk di sosial media pun mengatakan siap memberi “kontrak raksasa dalam jangka panjang,” selama nikel yang dibeli perusahaannya ditambang “secara efisien dan sensitif terhadap lingkungan.

Menanggapi potensi investasi dari Tesla ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai hal tersebut sebagai hal yang positif.

Mobil Tesla

Mobil merek Tesla sendiri sudah tersedia di Indonesia dengan importir Prestige Corp, sayangnya sampai saat ini manajemen Prestige masih belum memberikan komentar terkait kabar investasi tersebut.

Dalam pemberitaan Kontan sebelumnya, Presiden Direktur Prestige Motocars Rudy Salim mengatakan, rencana Prestige melakukan kolaborasi dengan Tesla dalam memasarkan produknya adalah untuk meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap mobil listrik.

Mengingat pemerintah sedang gencar terhadap kendaraan listrik karena jauh lebih ramah lingkungan. “Kebetulan mobil listrik yang ingin kami galakkan di Indonesia ialah Tesla. Kami harap, dengan kemunculan Tesla di platform online, kesadaran dan penjualan mobil Tesla meningkat drastis,” kata Rudy.

Sebagai importir mobil mewah, Prestige diketahui juga cukup ekspansif di mana pada November 2020, Prestige Motorcars telah setuju untuk melakukan kolaborasi dengan PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) dalam menggarap pasar mass market passenger car di Indonesia.

Adapun bentuk realisasi kerja sama ini yaitu Prestige Motorcars membeli sebagian kepemilikan saham MRI yang dilakukan pada hari Kamis, 3 Desember 2020 di kantor pusat MRI, Pluit, Jakarta Utara.

BACAAN TERKAIT