Jumat, 23 November 2018

Lantaran Bikin Macet! Menhub Hentikan Proyek Kereta Cepat dan LRT Jabodetabek


Kemacetan yang menjadi-jadi di tol cikampek membuat sebagian masyarakat yang melintasi tol tersebut geram.

Finroll.com – Hal ini membuat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengadakan rapat untuk membahas kemacetan tol cikampek. Dan mengeluarkan suatu kebijakan pada masalah tersebut.

Menteri Perhubungan itu menghentikan sementara pekerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan proyek LRT Jabodetabek. Sebab pengerjaan di ruas tol cikampek KM 11 sampai 17, merupakan titik kepadatan terjadinya kemacetan

“Kita minta LRT dan KCIC (kereta cepat) tidak dikerjakan dulu. Khususnya yang berkonstruksi di daerah kilometer 11 sampai kilometer 17. Jadi sementara ini tidak ada kegiatan di sana. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi kegiatan Waskita Karya interchange di kilometer 24,” jelas Menhub, yang dilihat Finroll.com dari laman resminya (23/11).

Menhub meminta penghentian pekerjaan proyek ini dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Bahkan jika dimungkinkan hingga jelang lebaran tahun depan. Budi Karya mengimbau kepada pekerja proyek kereta cepat dan LRT, untuk memindahkan pekerjaan di lokasi lain. Dan lebih mengutamakan pengerjaan tol Jakarta-Cikampek elevated. Saat ini progresnya mencapai 57,5%.

“Konstruksi kita hitung lagi. Kalau saya lihat paling tidak tiga sampai empat bulan, untuk itu yang kita kasih prioritas proyek tol elevated,” imbuhnya.

Baca Juga: Dalam Rangka Peringati Hari Pahlawan, Pemprove DKI Hapuskan Sanksi Administrasi Pajak

Ia meminta kepada PT Jasa Marga, penanggungjawab proyek tol Japek elevated benar-benar menyusun rencana. Tentunya agar pekerjaan ini tidak mengganggu lalu lintas. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Arryani menyebut, target penyelesaian pengerjaan proyek tol elevated sangat ketat. Sebab, tol Trans Jawa tidak lama lagi segera dioperasikan.

“Tidak lama lagi trans jawa beroperasi. Tapi ditahan di Jakarta-Cikampek karena belum selesai. Karena itu manfaatnya masih kurang optimal. Sehingga dari Jakarta ke Surabaya itu masih tersendat hanya di Jakarta-Cikampek. Untuk itu kami ingin memaksimalkan supaya Trans Jawa ini bisa betul-betul bermanfaat optimal,” ujar Desi.

Desi juga mengimbau kepada masyarakat yang hendak melalui ruas tol Jakarta-Cikampek. Sebaiknya melakukan perjalanan pada siang hari. Mengingat, window time (waktu) pengerjaan proyek di ruas tol pada pukul 22.00 – 06.00 WIB.

Ganjil-genap dan Pembatasan Angkutan Barang Diperpanjang

Beberapa upaya lain dilakukan untuk meningkatkan kelancaran dan kecepatan di ruas tol Japek. Menhub memperpanjang penerapan ganjil-genap dan pembatasan angkutan barang lebih panjang. Dari yang semula pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, menjadi pukul 05.00 sampai 10.00 WIB. Berlaku di sejumlah gerbang tol arah Jakarta, agar lalu lintas di tol Japek bisa lancar.

Terkait kebijakan ganjil-genap. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tengah melakukan sosialisasi pemberlakuan ganjil-genap. Misalnya di Gerbang Tol (GT) Tambun, hingga akhir November, sebelum sepenuhnya diberlakukan. BPTJ menyatakan menyiapkan sejumlah angkutan massal yaitu bus premium. Ini bisa menjadi transportasi pilihan, bagi masyarakat yang ingin menuju ke arah Jakarta. (oto.com)

CIMB NIAGA

BACAAN TERKAIT