Sabtu, 19 Juni 2021

Pertamina Power Indonesia Bukukan Laba Bersih US$14 Juta pada 2020


Financeroll, JAKARTA – PT Pertamina Power Indonesia (PPI), subholding Pertamina Power & New Renewable Energy (PNRE), mampu membukukan laba bersih US$14 juta sepanjang 2020. Capaian ini naik 9 persen dibandingkan laba bersih pada 2019.

Chief Executive Officer PNRE Dannif Danusaputro mengatakan kinerja finansial dan operasional PPI secara umum positif.

Pada kinerja finansial, perseroan mencatatkan pendapatan usaha senilai US$2,1 juta atau meningkat 371 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan signifikan ini dikontribusikan dari beroperasinya PLTBg Sei Mangkei serta PLTS Kwala Sawit dan Pagar Merbau.

“Tahun 2020 adalah tahun yang sangat menantang hampir bagi semua industri, di mana ekonomi secara global mengalami kelesuan akibat pandemi Covid-19. Namun, patut disyukuri bahwa PNRE mampu membukukan laba bersih positif, bahkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Ini semua tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran perwira PNRE,” kata Dannif, dikutip dari siaran pers, Sabtu (19/6/2021).

Capaian positif juga ditunjukkan oleh kinerja operasional pada 2020. PNRE berhasil meningkatkan produksi listrik hingga 695 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kapasitas terpasang pembangkit listrik juga bertambah sebesar 8,02 megawatt (MW) yang dikontribusikan dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei, PLTBg Pagar Merbau, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Dumai, PLTS Cilacap, serta PLTS SPBU Pertamina.

Kinerja operasi yang positif tersebut juga didukung dengan kinerja HSSE yang cemerlang. Pada 2020, PNRE mencatatkan total 24.693.135 jam kerja aman tanpa kecelakaan.

“Di bisnis energi yang berisiko tinggi, capaian kinerja HSSE tersebut wajib diapresiasi. PNRE berkomitmen tinggi untuk mewujudkan zero accident dalam operasionalnya,” tutur Dannif.

Sebagai bagian dari program transformasi BUMN, pada Juni 2020 PPI diberi amanah untuk menjadi subholding Pertamina di bidang power dan new renewable energy yang visinya adalah memimpin transisi energi di Indonesia melalui inovasi energi bersih.

Adapun, yang Sumber ke dalam sub-holding ini adalah Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan Jawa Satu Power (JSP). Selain itu, PNRE memiliki sejumlah proyek-proyek pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), antara lain PLTBg dan PLTS di sejumlah wilayah di Indonesia.

CIMB NIAGA

Proyek-proyek EBT yang sudah dioperasikan oleh PNRE, antara lain PLTS Badak 4 MW, Operation & Maintenance (O&M) PLTBg Kwala Sawit dan Pagar Merbau, dan PLTBg Sei Mangkei sebesar 2,4 MW.

Tak hanya itu, ada beberapa proyek yang saat ini tengah berjalan, antara lain PLTGU Jawa-1 dengan kapasitas 1.760 MW, PLTS RU IV Cilacap berkapasitas 1,3 MW, PLTS RU II Dumai dengan kapasitas 2 MW, PLTS Sei Mangkei dengan kapasitas 2 MW yang bertujuan untuk memasok kelistrikan bagi tenant yang berada Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.

Untuk mendukung bauran energi nasional 23 persen pada 2025, PNRE berkomitmen untuk menjadi mitra pemerintah yang andal. PNRE juga sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak mana pun yang memiliki komitmen yang sama untuk berinovasi melalui energi bersih.

“PNRE memiliki komitmen penuh untuk mendukung pencapaian target pemerintah bauran energi nasional 23 persen pada 2025 dan kami yakin mampu menjadi pemimpin untuk mendorong proses transisi menuju energi bersih di Indonesia,” kata Dannif.

Simak berita lainnya seputar topik
artikel ini, di sini :

pertamina migas



Sumber / Bisnis.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT