Sabtu, 11 September 2021

Restrukturisasi Genjot Pertamina untuk Bersaing di Pasar Global


Financeroll, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut langkah restrukturisasi bisnis PT Pertamina (Persero) dengan membentuk enam subholding dilakukan untuk menggenjot kinerjanya agar dapat bersaing di pasar global.

Adapun, subholding Pertamina telah diresmikan pada Jumat (10/9/2021). Proses restrukturisasi tersebut dinyatakan rampung setelah penandatanganan dokumen legal pada 1 September 2021.

“Dengan kekuatan subholding ini, Pertamina memposisikan diri untuk bersaing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar global sesuai dengan road map transformasi Kementerian BUMN,” ujar Erick dalam keterangannya, Sabtu (11/9/2021).

Erick menuturkan, restrukturisasi bisnis Pertamina sama dengan yang pernah dilakukan oleh anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta Telkom dan Telkomsel yang ditujukan agar para perusahaan pelat merah itu melakukan perbaikan bisnis model baru pasca-Covid-19.

Harapannya, lanjut Erick, perusahaan-perusahaan BUMN itu dapat bersaing di pasar terbuka dan kompetitif, walaupun sudah ada pemain dari asing dan swasta di sektor tersebut.

Tidak berhenti di Pertamina, Kementerian BUMN juga akan turut mendorong perusahaan milik negara lainnya untuk melakukan hal yang sama.

“Kita akan mendorong semua perusahaan BUMN lainnya, agar siap berkompetisi dan bersaing di pasar terbuka, baik di domestik maupun global,” jelasnya.

Sebelumnya, Erick juga menyatakan bahwa terdapat sejumlah manfaat dari pembentukan subholding di tubuh PT Pertamina (Persero) yang dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi perseroan menjadi holding minyak dan gas bumi (migas).

Erick mengatakan bahwa pembentukan subholding dapat mendorong anak usaha Pertamina di masing-masing sektor bisnisnya dapat bergerak lebih luas.

“Terbentuknya organisasi yang fokus, agile, lean, efisien, dan streamlining decision making untuk menjadikan operational excellence,” ujar Erick.

CIMB NIAGA



Sumber / Bisnis.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT