Sewa Gedung Perkantoran Masih Sepi Meski PPKM Level I, Mengapa?

  • Bagikan

Financeroll, JAKARTA – Pemberlakuan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 1 tidak serta merta mendorong kenaikan sewa ruang perkantoran di Jakarta. Mengapa?

Senior Manager Research & Consultancy Savills, Angra Angreni mengatakan bahwa per kuartal I-2022 market perkantoran sewa masih mengalami perlambatan, meskipun aktivitas leasing sudah sedikit lebih aktif dibanding kuartal IV-2021.

“Kendati demikian, belum terealisasi dengan transaksi yang signifikan. Harga sewa masih pada kondisi tertekan, selain masih pada posisi recovery selama pandemi,” kata Angra kepada Bisnis, Rabu (25/05/2022).

Menurut Angra, kondisi over supply menyebabkan pasar perkantoran masih tertekan, karena saat ini masih pada posisi kekurangan tenant market, dimana tenant lebih memiliki power.

“Saat ini belum ada gedung baru yang akan beroperasi, meskipun aturan PPKM sudah turun ke level 1. Gedung-gedung yang baru mulai beroperasi selama beberapa tahun terakhir masih belum mencapai okupansi ideal. Kondisi over supply dan tingginya vacancy [tingkat kekosongan – Red.] membuat pengembang menahan peluncuran/pembukaan gedung baru, kecuali sudah terdapat niche market yang akan menghuni gedung tersebut,” papar Angra.

Sebenarnya, menurut Angra pasar perkantoran telah tertekan bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

“Sebelum pandemi, pasar perkantoran sudah mengalami pergerakan yang melambat sebagai dampak turunnya okupansi gedung seiring dengan turunnya sektor migas dan komoditas pada tahun 2015 yang lalu,” ujarnya.

Angra mencatat, saat ini pasar perkantoran lebih didominasi oleh relokasi, bukan ekspansi, bahkan masih banyak perusahaan yang melakukan downsizing.

Sehingga meskipun leasing activities lebih aktif, tapi banyaknya lebih pada perpindahan tenant antar gedung.

“Pasar perkantoran akan naik jika bisnis naik, bisnis naik jika kondisi perekonomian membaik, jika bisnis naik dan muncul berbagai bisnis baru, tentunya akan mendorong kebutuhan ruang kantor. Hal ini yang akan mendorong naiknya tingkat keterisian gedung,” pungkas Angra.



Sumber / Bisnis.com
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->