Selasa, 16 Februari 2021

Ada Donald Trump dan Hary Tanoe di Project ‘Disneyland’ Lido


Proyek kawasan pariwisata terintegrasi milik MNC Group di Lido, Sukabumi, Jawa Barat kembali ramai menjadi perbincangan. Proyek itu memasuki babak baru dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

MNC Lido City mendapatkan persetujuan dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK Pariwisata).

Akhirnya pada Sabtu kemarin PT MNC Studios International Tbk (MSIN) melalui anak usahanya PT MNC Movieland Indonesia menggelar prosesi cut and fill sebagai tanda dimulainya pembangunan Movieland di kawasan tersebut.

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo pun buka suara terkait kehebohan proyek tersebut. Ada 3 poin dari penjelasannya:

  1. Sepenuhnya Proyek MNC
    Dia menjelaskan MNC Lido City adalah kawasan dengan luas 2.000 hektare yang sudah dibebaskan, mencakup Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Proyek tersebut seluruhnya milik MNC.
  1. Perusahaan Trump Cuma Operator
    Dengan begitu dia meluruskan bahwa KEK Pariwisata di Lido itu bukanlah proyek dengan perusahaan milik Donald Trump. Pihak asing tersebut hanya menjadi operator di salah satu hotel dan golf course, bukan seluruh KEK.

Hary Tanoesoedibjo juga menegaskan bahwa proyek Movieland merupakan 100% milik PT MNC Studios International Tbk. Artinya tidak ada mitra dalam proyek tersebut.s

  1. Luas KEK Pariwisata
    Sementara untuk KEK Pariwisata sendiri di mencakup separuh dari total kawasan MNC Lido City atau sekitar 1.000 ha tepatnya di wilayah Kabupaten Bogor. Nah di kawasan itulah yang memperoleh izin KEK, bukan secara keseluruhan.

Dari total proyek MNC Lido City tersebut telah dilakukan pembangunan tahap I dengan luas 700 ha. Salah satu dari wilayah yang dibangun termasuk Movieland yang baru dibangun kemarin.

“Salah satu proyek yang ada di dalam Tahap I adalah Movieland milik PT MNC Studios International Tbk. Dengan luas tanah 21 hektar akan dibangun kompleks studio outdoor dan indoor yang dibutuhkan untuk produksi film dan program drama OTT/TV berkualitas internasional, berikut seluruh fasilitas post production-nya,” terang Hary Tanoe.

Sumber Berita : Detik.com

BACAAN TERKAIT