Senin, 1 Februari 2021

Program Pembayaran Tol Tanpa Stop Mulai 2022


Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR berharap implementasi sistem transaksi nontunai nirsentuh atau tanpa setop di tol dapat berjalan secara bertahap mulai 2022 nanti.

“Target Pelaksanaan Konstruksi MLFF (multilane free flow) dimulai pada 2021. Lalu, untuk implementasinya secara bertahap akan dimulai pada 2022,” ujar Kepala BPJT Danang Parikesit, mengutip Antara, Senin (1/2).

Menurut Danang, penerapan sistem MLFF akan mengacu pada lingkup wilayah. Sistem ini, kata dia, tidak dilakukan per ruas tol. Harapannya, sistem MLFF bisa mengurai penumpukan yang terjadi di gerbang tol.

“Dengan dilaksanakannya sistem transaksi MLFF ini, diharapkan bisa memperlancar dan mempercepat arus kendaraan dalam melakukan pembayaran,” imbuhnya.

Rotex Ltd Hungaria sebagai pemenang lelang sistem transaksi tol non tunai nirsentuh diminta untuk mempersiapkan feasibility study bersama Hungarian Toll Services Company (NUZs). Hasilnya, telah diserahkan kepada Kementerian PUPR sebagai basis pelaksanaan proyek.

Chief Representative Roatex Musfihin Dahlan menuturkan pihaknya sedang mempersiapkan rencana kerja pelaksanaan proyek. Ia merincikan tahun pertama sejak ditandatangani perjanjian kerja sama dengan pemerintah merupakan masa pelaksanaan konstruksi dari masa 10 tahun konsesi kerja sama.

“Diharapkan, awal 2022, sebagian besar ruas jalan tol, terutama di Jawa dan Bali sudah dapat menerapkan MLFF,” terangnya.

Sementara itu, ia menjelaskan teknologi yang akan diterapkan pada proyek itu yakni berbasis global navigation satellite system (GNSS). Teknologi itu diklaim sebagai teknologi mutakhir pada sistem pembayaran nontunai nirsentuh.

Teknologi ini disebut terbuka bagi pengembangan untuk pelayanan jalan berbayar lainnya, seperti Electronic Road Payment (ERP), trafik manajemen berbasis data induk (big data), dynamic pricing, parking, dan sesuai perkembangan kebutuhan.

Solusi ini, kata Musfihin, sukses diterapkan di Hungaria selama lebih dari tujuh tahun terakhir yang dikelola oleh NUZs. Di negara asalnya, solusi ini memudahkan pengguna jalan karena melalui jalan tol tanpa hambatan, meningkatkan efisiensi dan pendapatan tol, termasuk mengurangi tingkat kemacetan.

CIMB NIAGA

Nantinya, setiap kendaraan atau pengguna jalan tol akan diperkenalkan dengan perangkat e-Obu (aplikasi smartphone) atau Onboard Unit (OBU) atau tiket perjalanan bagi pengguna sekali jalan.

Sumber Berita : CNBC INDONESIA

BACAAN TERKAIT