Ternyata, Ini Kegunaan Jalan Tol Fungsional

  • Bagikan

Financeroll, JAKARTA – Ruas jalan tol merupakan sebagai salah satu strategi untuk mengurai kemacetan di jalan raya. Namun, tahukah Anda bahwa ada ruas tol fungsional?

Dikutip dari laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, jalan tol fungsional merupakan jalan bebas hambatan darurat yang dibuka secara sementara untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas kendaraan saat waktu tertentu dengan melihat kondisi dan pelaksanaan konstruksinya di lapangan.

Ruas jalan tol fungsional kerap digunakan sebagai salah satu strategi untuk mengurai kemacetan pada saat tingginya volume lalu lintas di ruas-ruas utama.

“Untuk membuka ruas jalan tol fungsional, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pengendara tetap aman dan nyaman selama di perjalanan saat melintasinya,” tulis BPJT di laman resmi seperti dikutip, Minggu (15/5/2022). 

Jalan tol fungsional merupakan jalur bebas hambatan yang digunakan secara darurat, namun dapat dilalui para pengendara untuk sampai wilayah tertentu dengan waktu tempuh yang cukup untuk memangkas waktu perjalanan.

Saat penggunaannya, jalan tol fungsional tidak dikenai tarif alias gratis saat meSumberi dan keluar dari jalan tol tersebut untuk melakukan tapping pembayaran di gerbang tol apabila disiapkan gerbang tol.

Untuk jalan tol fungsional yang secara teknis belum memenuhi persyaratan di beberapa bagian yang belum sempurna, dari sisi kerataan jalan, dan sisa konstruksi sekitar jalan di sisi kanan dan kiri, namun pengelola jala tol tetap mengupayakan pada kesiapan perambuan, dan kondisi jalan yang diperhatikan kenyamanannya sebaik mungkin untuk pengendara melintas.

Pengelola jalan tol juga akan menyediakan rest area sementara dan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jika ruas jalan tol fungsional cukup panjang untuk dilintasi pengendara.

“Jalan tol fungsional akan ditutup setiap malam hari untuk menjaga keamanan pengendara saat melintas atau dibuka pada jam-jam tertentu saja hingga batas waktu yang ditentukan. Hal tersebut dilakukan karena jalur tersebut belum dilengkapi pembatas jalan dan lampu penerangan yang maksimal,” tulis BPJT. 

Kecepatan yang wajib ditempuh pengemudi di jalan tol fungsional dibatasi hanya maksimal 40 km per jam. Hal itu dilakukan mengingat kondisi jalan yang belum mulus.

Pada saat kendaraan dipacu lebih dari 50 km per jam, jalanan tersebut akan dipenuhi debu maupun kondisi licin saat musim hujan, sehingga mengganggu jarak pandang hingga dapat membahayakan pengemudi lain di belakang.

Simak berita lainnya seputar topik
artikel ini, di sini :

jalan tol bpjt



Sumber / Bisnis.com
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->