Bos BI: Kebijakan Pro-Stability Demi Jaga Inflasi, Nilai Tukar dan Moneter

  • Bagikan

Financeroll, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan kebijakan bank sentral Tanah Air akan tetap diarahkan untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan. Setidaknya ada lima kebijakan bank sentral yang digencarkan tahun ini.

“Kami sampaikan kebijakan moneter BI tahun ini adalah pro-stability untuk menjaga stabilitas harga inflasi, stabilitas nilai tukar, dan stabilitas moneter secara keseluruhan serta mendukung stabilitas sistem keuangan,” ungkap Perry dalam Peluncuran Buku: Kajian Stabilitas Keuangan No.38 Maret 2022 yang diadakan secara virtual, Jumat (13/5/2022).

Empat kebijakan lainnya, kata Perry, akan diarahkan untuk mendorong intermediasi dan pemulihan ekonomi.

Kebijakan makroprudensial salah satunya, terus diperlonggar dan pelonggaran tersebut akan tetap dilakukan dan ditingkatkan dalam dua tahun terakhir.

Di lain sisi, Perry mengatakan, BI terus mendorong intermediasi dengan berbagai kebijakan makroprudensial yang akomodatif terSumber insentif bagi bank-bank yang menyalurkan kredit kepada 38 sektor.

“UMKM kami berikan insentif berupa penurunan persyaratan giro wajib minimum, terSumber juga untuk mendorong inklusi keuangan melalui kredit kepada UMKM,” kata dia.

Tiga kebijakan BI lainnya juga pro-growth. Perry menuturkan, BI terus melakukan pendalaman pasar keuangan, koordinasi dengan forum koordinasi pendalaman pasar keuangan bersama Kementerian Keuangan dan OJK.

“Kami fokus kepada memperdalam pasar uang rupiah dan valas. Kami juga memperlonggar persyaratan untuk mendorong transaksi valas,” ungkapnya.

Tak hanya itu, BI juga melakukan digitalisasi sistem pembayaran, dimana dari 15 juta lebih pengguna QRIS, sebagian besar penggunannya merupakan UMKM.

Kebijakan kelima adalah inklusi ekonomi keuangan digital. BI terus mendorong UMKM dan ekonomi keuangan syariah, guna mendorong pemulihan ekonomi.

“BI bersama KSSK menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas keuangan, mendorong intermediasi dan bersama mendorong pemulihan ekonomi kita. Insyaallah intermediasi kita semakin baik, inovasi di sektor keuangan semakin baik,” tutupnya.

Konten Premium

Sumber / Bisnis.com
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->