Rest Area Tol Merak-Banyuwangi Ditarget Dongkrak Perekonomian UMKM

  • Bagikan
Rest Area Tol Merak-Banyuwangi Ditarget Dongkrak Perekonomian UMKM

Finroll.com – Di tahun 2019, Pemerintah menargertkan jika tol Merak-Banyuwangi bisa tersambung. Selain mengurangi waktu tempuh masyarakat yang ingin bepergian, hadirnya rest area di sepanjang tol ini juga didapuk mampu mendongkrak sektor perekonomian lewat UMKM.

Direktur Utama PT Jasa Marga, Desy Aryani menyebutkan pelibatan para pelaku UMKM pada rest area bisa meningkatkan roda perekonomian.

“Dalam peraturan Menteri PUPR telah diisyaratkan dalam area komersial TIP (Tempat Istirahat dan Pelayanan). Di TIP itu ada area parkir, musala, dan area komersial. Nah di area komersial inilah diisyaratkan minimal 30% untuk UMKM,” ujarnya di Kantor Gerbang Tol Waru Gunung, Surabaya, Minggu (11/11) yang dilansir dari Detik.

Baca Lainnya: UMKM Mendominasi Pasar Ekonomi Kreatif Dunia, Apa Istimewanya?

Diharapkan, dengan pelibatan pelaku UMKM di rest area tol Merak-Banyuwangi ini mampu mempertahankan penghasilan pedagang yang sebelumnya berjualan di jalur Pantura.

“Dengan kerja sama ini jadi mereka yang terganggu karena pendapatan turun silahkan masuk rest area,” sambungnya.

Dalam tahap awal, pihak Jasa Marga telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mendata pelaku UMKM yang akan mengisi slot di rest area.

Instruksi Khusus Presiden

Sebelumnya, ketika Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Solo-Ngawi, ia berpesan agar tiap rest area di tol bisa menjual produk-produk lokal.

“Pada kesempatan ini saya titip soal rest area. Jangan sampai titik-titik yang ada kegiatan ekonomi justru diisi oleh merek-merek asing, brand asing. Saya minta di tiap rest area jualannya bukan lagi McD, Kentucky, Starbuck terus. Tapi sekarang mulai ganti sate, soto, gudeg,” tegasnya di Boyolali, Minggu (15/7) lalu.

Jokowi juga mengaku telah mengistruksikan menteri BUMN dan menteri PUPR agar bisa bekerja sama dengan Kabupaten/Kota setempat. Sehingga salah satu produk lokal seperti batik juga bisa dijual di rest area.

Ia menginginkan pembangunan infrastruktur yang cepat juga harus mampu mengakomodasi pelaku UMKM lokal. Sehingga tidak ada kesan pelaku UMKM merasa ditinggalkan dalam pembangunan negara.

Baca Lainnya: Mengubah Haluan Perekonomian Dunia Dengan Ekonomi Kreatif

“Jangan sampai ada suara-suara pak sekarang telur asin omsetnya anjlok. Kalau nanti dibuatkan di rest area, saya rasa tidak ada lagi. Jangan sampai ada yang merasa ditinggal karena pembangunan ini,” tutupnya.

Source: Detikcom

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->