Kembangkan Usaha, PT Bukit Asam Tbk Bentuk Anak Usaha Disektor Properti dan Konstruks

  • Bagikan

Finroll.com — Kembangkan Usaha, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ke sektor properti dan jasa konstruksi dengan mendirikan anak usaha bernama PT Bukit Multi Investama.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Suherman mengatakan, “Pendirian anak usaha tersebut sesuai dengan Akta Nomor 13 tanggal 26 Juni 2019,” ungkapnya dalam keterangan resminya di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Bukit Multi Properti nantinya melakukan kegiatan usahanya bidang konstruksi, mulai dari konstruksi gedung tempat tinggal, gedung pusat perbelanjaan, gedung industri, rumah sakit, gedung pendidikan, penginapan hingga pembangunan gedung pra fabrikasi untuk gedung dan real estate.

Sementara Manajemen perseroan mengungkapkan penambahan jumlah anak usaha di sektor properti dan jasa konstruksi tentunya akan semakin membuat diversifikasi kegiatan usaha perseroan. Aksi korporasi tersebut akan berimbas positif bagi perseroan ke depan.

Bukit Asam hingga kini sudah memiliki sebelas entitas anak usaha yang sebagian besar bergerak di bidang pertambangan.

Dilansir dari Investor Daily. Entitas anak usaha tersebut antara lain PT Bukit Asam Metana Ombilin, PT Bukit Energi Metana, PT Bukit Multi Investama, dan PT Bukit Energi Investama.

Perseroan juga memiliki anak usaha PT Batubara Bukit Kendi, PT Bukit Pembangkit Innovative, PT Bukit Asam Prima, PT Internasional Prima Coal, PT Bukit Asam Banko, PT Bukit AsamTranspacific Railways, PT Huadian Bukit Asam Power, PT Bukit Asam Methana Enim.

Sebelumnya, perseroan menjajaki pinjaman bank sekitar US$ 168 juta untuk mendanai proyek pembangkit listrik yang digarap bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Kedua BUMN itu bakal membentuk perusahaan patungan ( joint venture /JV) pada kuartal III-2019.

Proyek yang akan digarap Bukit Asam bersama Antam ini adalah pembangkit listrik tenaga uap ( PLTU ) dengan kapasitas 3×60 megawatt (MW) dan pembangkit listrik tenaga diesel ( PLTD ) 3×17 MW di Halmahera Timur, Maluku Utara. Nilai investasinya sekitar US$ 350 juta.

 Investor Relations Bukit Asam Setyo Cholidie pernah mengatakan, Bukit Asam bertindak sebagai pemegang 75% proyek tersebut. Dari porsi kepemilikan itu, nantinya porsi pendanaan sebanyak 64% berasal dari pinjaman bank dan sisanya 36% dari ekuitas.

“Menurut perhitungan kami, 64% porsi pinjaman itu setara dengan US$ 168 juta. Prioritas perseroan adalah menjajaki pinjaman bank dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).Setelah itu baru ke bank yang lain,” jelas dia.

Bukit Asam sebelumnya juga telah melepas saham treasury sebanyak 980,28 juta atau sekitar Rp 2,67 triliun.

Saham treasury yang dilepas sebagian kecil diserap oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero).

Induk usaha Holding BUMN Industri Pertambangan itu menyerap 20% dari dari 8,50% dari saham simpanan yang dimiliki.

Dana hasil penjualan akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan investasi dan operasional, seperti hilirisasi batubara, pengembangan sarana angkutan, pelabuhan, dan lain-lain.

Samuel Sekuritas menargetkan berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan Bukit Asam hingga tahun ini.

Laba bersih perseroan diperkirakan meningkat menjadi Rp 5,96 triliun, dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 5,02 triliun.

Pendapatan juga diharapkan naik menjadi Rp 24,04 triliun pada 2019, dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 21,16 triliun.

“Kami memperkirakan kinerja keuangan Bukit Asam akan mulai terlihat bertumbuh lebih baik mulai kuartal III-2019, seiring dengan proyeksi kenaikan volume dan harga jual batubara,” ungkap analis Samuel Sekuritas Dessy Lapagu dalam risetnya.

Peningkatan kinerja keuangan perseroan juga akan didukung atas mulai masuknya transfer kuota penjualan batubara untuk pasar domesti dari beberapa produsen batubara nasional mulai kuartal III-2019. Hal ini memperbesar peluang perseroan tetap bertumbuh hingga akhir tahun.(red)

  • Bagikan
-->