Kamis, 3 Oktober 2019

Kemenkeu : Nilai Nominal Utang Pemerintah Cukup Besar, Namun Masih di Batas Aman


Finroll.com — Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu, Loto S Ginting, memgatakan Pemerintah akui bahwa utang pemerintah cukup besar yaitu sekitar Rp4.680,2 triliun per Agustus 2019. Struktur utang tersebut terbagi dalam bentuk bond sebesar 82,9 persen dan loan 17,1 persen.

Meski nilai nominal utang cukup besar, namun masih dalam batas aman karena masih di bawah dari 30 persen dari PDB. Sementara batas aman yang ditetapkan internasional sebesar 60 persen.

Utang pemerintah yang besar ini digunakan untuk menutupi kebutuhan pembiayaan program-program strategis.

Seperti peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur. Pasalnya tanpa berutang program-program strategis tidak dapat dibiayai sehingga pemerintah akan kesulitan untuk meningkatkan pendapatan negara.

“Dengan begitu (utang), pembangunan itu bisa dilaksanakan dan bisa dinikmati semua pihak. Kalau daerah makmur maka suatu saat pendapatannya meningkat, maka ketika meningkat akan mampu membayar pajak dan akan mampu meningkatkan pendapatan negara sehingga negara bisa melunasi utangnya,” kata Loto di kawasan SCBD, Rabu (2/10/2019).

Dikatakannya, realisasi pendapatan pemerintah hingga Aguatus 2019 mencapai Rp1.189,28 triliun. Sementara belanja pemerintah yang sudah direalisasikan mencapai Rp1.338,3 triliun atau terjadi defisit sebesar Rp199,06 triliun.

Loto berharap masyarakat dapat memahami setiap penerbitan hutang yang dilakukan pemerintah bukan berarti bermakna negatif. Selama utang dapat dikelola dengan baik, tegasnya, justru akan mampu meleverage aset yang dimiliki pemerintah.

“Jadi tanda-tanda kekhawatiran salah urus itu tidak ada, utang secara nominal meningkat itu wajar karena meningkatnya income Indonesia.

Seperti pengusaha kita, mungkin utang akan meningkat tetapi value utang terhadap total omset makin kecil,” pungkas Loto.(red)

BACAAN TERKAIT