Jumat, 21 Desember 2018

Kemenkeu Tambah Alokasi Pembiayaan Proyek SBSN 2019 Jadi Rp28,43 T


Finroll.com – Kementerian Keuangan pada 2019 akan menambah alokasi pembiayaan proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp28,43 T. Jumlah ini meningkat dari tahun ini yang sebesar Rp22,53 T.

“Kami berjanji akan terus meningkatkan jumlah proyek dan anggaran yang dibiayai oleh SBSN ini. Sehingga dampak positifnya makin bisa ditingkatkan,” ungkap Menteri Keuangan, Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (21/12).

Ia menambah volume pembiayaan SBSN terus meningkat tiap tahunnya. Misalnya SBSN 2015 yang hanya Rp7,1 T, dan meroket jadi Rp28,43 T di tahun 2019.

“Kalau dibandingkan total belanja pada 2019 sebesar Rp400 T untuk proyek infrastruktur, maka itu memang kecil. Tetapi kalau bagus, maka porsinya bisa ditambah dan memperbanyak pasar SBSN dalam negeri,” sambungnya.

Adapun alokasi pembiayaan proyek SBSN 2019 itu akan ditujukan bagi tujuh kementerian/lembaga yakni Kemenhub, Kemenag, Kementerian PUPR, Kementerian LHK, Kementerian Ristek Dikti, LIPI, dan Badan Standarasisasi Nasional.

Baca Lainnya:

Kemenkeu mencatat cakupan proyek SBSN pada 2019 mencapai 619 proyek, pada 14 sektor yang tersebar di 34 provinsi. Selain itu terdapat lima sektor utama pembiayaan proyek SBSN 2019, yakni perkeretapian, bina marga, sumber daya air, pendidikan, dan keagamaan.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan apresiasinya pada SBSN yang disalurkan pada proyek pemerintah.

“Apa yang dibuat oleh Kemenkeu sangat baik karena kami perencanaan harus firm, dan tanahnya sudah ada, sehingga proyek itu dipastikan akan berjalan dengan baik,” imbuhnya.

SBSN sendiri diterbitkan untuk secara langsung membiayai kegiatan, atau proyek pemerintah tertentu yang sudah dialokasikan dalam APBN.

Jababeka industrial Estate

Sumber: Antara

BACAAN TERKAIT