Kamis, 5 Maret 2020

Kementerian Perdagangan membuka keran impor untuk komoditas bawang putih


Finroll – Jakarta, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan telah menerbitkan izin impor bawang putih sebanyak 25 ribu ton bawang putih. Izin impor diberlakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencukupi pasokan hingga menjelang bulan puasa dan Lebaran 2020.

Izin impor juga diberikan untuk menjaga pasokan bawang putih yang menurun akibat penyebaran wabah virus corona.

“Masyarakat jadi khawatir, sulit untuk ke luar rumah sehingga terjadi kepanikan dalam berbelanja bahan pokok. Namun, saya imbau agar masyarakat berhati-hati dalam mengambil sikap, termasuk untuk tidak melakukan panic buying,” kata Agus di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/3)

Agus menyampaikan selain bawang putih, pihaknya juga sudah menerbitkan izin impor gula kristal mentah sebanyak 430 ribu ton. Gula kristal mentah merupakan bahan baku gula kristal putih yang dikonsumsi masyarakat.

Dengan kebijakan tersebut, Agus menegaskan dapat memenuhi kebutuhan dua komoditas hingga Mei 2020.

Agus mengatakan agar keran impor tersebut nantinya bermanfaat bagi masyarakat, pihaknya juga akan memperkuat regulasi dengan menetapkan harga acuan barang dan harga eceran tertinggi (HET). Aturan dikeluarkan demi mengontrol harga.

“Penguatan regulasi Kemendag, antara lain dengan mengatur harga acuan, HET, distribusi bahan pokok, dan pemantauan dan pengawasan,” jelasnya.

Agus mengklaim pihaknya telah menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga nilai inflasi pangan dalam 3 tahun terakhir.

“Inflasi dapat terkendali di bawah 5 persen, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang cukup mengganggu kelancaran produksi dan distribusi pangan khususnya 2019 lalu,” katanya.

Menurut Agus, kendati neraca perdagangan Indonesia defisit US$3 miliar pada tahun 2019, nilai inflasi di bawah 5 persen menunjukkan peningkatan kinerja dibandingkan 2018.

infimas Mulia

Lebih lanjut, Agus menegaskan, perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, beserta pelaku usaha agar pasokan dan harga barang pokok tetap terkendali.

Rencananya, Agus akan menurunkan Tim Penetrasi Pasar ke 205 pasar di 82 kabupaten untuk mengawal kelancaran dan kecukupan pasokan barang pokok di pasar hingga lebaran.

Ia menjelaskan, apabila ditemukan potensi kurangnya pasokan, maka tim akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, satgas pangan serta perum Bulog untuk segera menyuplai langsung kepada para pedagang di pasar.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto untuk memastikan ketersediaan dan kecukupan bahan pokok saat bulan puasa.

Perintah dirasa perlu karena situasi saat ini sedang tidak normal setelah pengumuman dua WNI positif terinfeksi virus corona.

“Pasokan harus cukup. Ini sebentar lagi dihadapkan pada yang namanya Ramadan. Hati-hati loh ini. Kebutuhan pasokan bukan hanya untuk industri, tapi juga konsumsi,” ucap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3).

Sumber : CNN Indonesia

BACAAN TERKAIT