Kamis, 29 November 2018

Kementan Optimis Hortikultura Jadi Usaha Primadona Milenial


Finroll.com – Direktur Jenderal Hortikultura Kementrian Pertanian, Suwandi merasa optimistis jika subsektor hortikultura bisa menjadi usaha primadona generasi milenial. Ia menilai, subsektor ini mampu mengangkat nilai ekonomi dan pendapatan masyarakat.

“Silakan cek di lapangan, betapa petani muda yang terjun menggeluti usaha hortikultura bisa sedemikian sukses secara ekonomi. Tak hanya kaya raya dari segi kecukupan ekonomi dan mandiri, mereka juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lainnya. ungkap Suwandi dalam kuliah umum di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (28/11).

Ia menambahkan, semua aktivitas hortikultura dari hulu hingga hilir sangat baik untuk dikembangkan anak-anak generasi milenial. Begitu juga dengan potensi ekspor hortikultura yang menjanjikan.

Baca Lainnya: Keren, Wisata Berbasis Lahan Pertanian Mulai Dikembangkan di Kulon Progo

Suwandi lantas mencontohkan, seorang pemuda bernama Bagas yang berbudidaya melon di sebidang lahan dekat Bandara Cengkareng. Dengan modal Rp120 sampai Rp150 juta per hektar, dalam 70 hari sudah panen dan mendapat pendapatan Rp200 hingga Rp250 juta, atau keuntungan bersih Rp80 hingga Rp100 juta.

“Tidak hanya bisnis melon, Bagas juga mengkoordinir 30 jenis sayuran dipasok ke supermarket di Jakarta dengan omset Rp100 juta perhari,” imbuhnya.

“Di Sembalun juga ada Azis, tokoh pengusaha muda dan penggerak yang sukses di bisnis benih bawang putih bekerjasama dengan BUMN dan swasta, omzetnya kini mencapai miliaran. Yang jelas pendapatannya bisa ngalah-ngalahin pendapatan PNS,” sambungnya.

Ia pun merasa, selama ini para petani hortikultura lebih maju juga berani ber investasi walaupun dengan risiko faktor alam dan musim. Mereka juga mampu mengelola alam dengan adaptif secara ramah lingkungan.

“Besarnya risiko itu sudah terukur dan sebanding dengan besarnya potensi pendapatan yang diterima petani hortikultura,” tandasnya.

Sumber: Republika

Jababeka industrial Estate

BACAAN TERKAIT