Selasa, 22 Juni 2021

Bitcoin Makin Jatuh, Pembatasan Kripto China Perlambat Aktivitas


Oleh Yasin Ibrahim

Investing.com — Bitcoin makin jatuh pada Selasa (22/06) pagi, dan aktivitas di blockchainnya tidak terlihat suram dalam beberapa bulan di tengah upaya baru oleh China untuk mengendalikan aktivitas kripto memperlambat pertumbuhan pengguna baru dan menutup aktivitas penambangan. Namun terhadap gelombang hambatan baru, pemegang koin utama jangka panjang belum menyerah.

Harga bitcoin kian anjlok 6,89% di $32.720,1 pukul 09.50 WIB menurut data Investing.com.

Data on-chain terbaru menunjukkan permintaan bitcoin dari pengguna baru terus melambat ke tingkat yang tidak terlihat dalam setahun.

“Alamat aktif Bitcoin telah turun 24% dari puncak yang umumnya berkelanjutan 1,16 juta dari Maret hingga awal Mei. Aktivitas 884.000 alamat saat ini terakhir terlihat tahun lalu,” Glassnode menyatakan dalam laporan on-chain terbarunya.

Sementara itu, transaksi BTC yang dikonfirmasi telah turun menjadi 167.000, titik terendah sejak 2018.

Aktivitas yang lebih lemah di blockchain ini terjadi akibat dampak awan gelap regulasi terus membebani sentimen.

People’s Bank of China (PBOC) dilaporkan memerintahkan bank-bank China dan platform pembayaran Alipay untuk menghentikan layanan yang terkait dengan perdagangan mata uang kripto, Bloomberg melaporkan.

Dalam pembatasan lebih lanjut terhadap akses ke cryptocurrency, bank sentral itu menuntut agar institusi menghilangkan saluran pembayaran untuk pertukaran crypto dan platform over-the-counter.

Penambang Bitcoin, yang memainkan peran penting dalam menjaga pipa jaringan, atau blockchain, yang menggerakkan BTC, juga merasakan panasnya regulasi di China di tengah kekhawatiran tentang penggunaan energi.

Jababeka industrial Estate

Komisi Pembangunan dan Reformasi Provinsi Sichuan dan Biro Energi Sichuan mengeluarkan pemberitahuan bersama pada hari Jumat, memerintahkan perusahaan listrik lokal untuk “menyaring, membersihkan dan menghentikan” operasi penambangan pada hari Minggu, menurut laporan di Global Times yang berafiliasi Partai Komunis.

Setelah larangan tersebut, lebih dari 90% kapasitas penambangan Bitcoin China diperkirakan akan ditutup, setidaknya untuk jangka pendek.

Aktivitas penambangan Bitcoin telah jatuh ke 125,13 exahash per detik pada hari Senin, level terendah sejak November 2020, menurut data dari Blockchain.com.

Namun, ada beberapa yang memandang bahwa peralihan dari aktivitas pertambangan China akan terbukti berharga dalam jangka panjang di tengah kekhawatiran bahwa minoritas pengguna di China kurang hemat energi dibandingkan rekan-rekan internasionalnya.

Label Bitcoin sebagai crypto kotor – mengingat energi yang digunakan untuk menambang blok di blockchain – agak disalahpahami setidaknya di AS karena sebagian besar “penambang Amerika menggunakan energi bersih terbarukan,” Michael Venuto, kepala investasi untuk Toroso Investments mengatakan kepada Investing.com di bulan Mei.

Penurunan aktivitas penambangan dan pengguna baru di blockchain belum mengguncang pemegang jangka panjang, atau “penyimpan” bitcoin, yang terus membeli penurunan bahkan ketika beberapa kepemilikan mereka tampaknya telah berubah menjadi kerugian.

“Sejak menyentuh $64k, pemegang jangka panjang memiliki tambahan 5,25% dari pasokan yang beredar di mana 1,5% dari ini saat ini berada di bawah air (ditahan dengan kerugian yang belum direalisasi),” kata Glassnode dalam laporan. “Meskipun harga mendekati dasar biaya bagi banyak pemegang jangka panjang, mereka terus HODL.”

Sumber: investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT