Selasa, 6 Juli 2021

Innalillahi, Miliarder Bitcoin Ini Meninggal, Gimana Nasib Hartanya yang Tembus Rp14 Triliun?


Seorang miliarder yang kaya raya berkat bitcoin, Mircea Popescu dilaporkan tewas tenggelam di pesisir Costa Rican. Pria berusia 41 tahun itu merupakan pemilik uang kripto terbanyak di dunia. Sayangnya, hingga kini kematiannya belum terungkap.

Namun demikian, orang-orang lebih penasaran dengan nilai uang Popescu yang senilai lebih dari USD1 miliar (Rp14,4 triliun). Pasalnya, jika uang tersebut tidak dialihkan ke orang kepercayaan Popescu, uang tersebut akan hilang. Hal tersebut disampaikan oleh analis kripto Alexander Mardar.

Dilansir dari Money Control di Jakarta, Senin (5/7/21) spekulasi tersebut muncul karena hal itu pernah terjadi. Uang kripto menghilang dari sistem saat pemiliknya tiba-tiba meninggal, kehilangan kunci, atau error dalam sistem atau bahkan karena kecelakaan tak terduga.

Hal tersebut pernah terjadi pada tahun 2019 yaitu usai Gerald Cotten, pendiri bursa kripto terbesar di Kanada, meninggal secara tiba-tiba. Istrinya pun memberi tahu bahwa pemilik kunci uang kripto senilai USD135 juta itu hanya ada pada Cotten.

Insiden lain juga pernah terjadi pada James Howells. Pria asal Inggris ini telah menambang 7.500 bitcoin dan menyimpan di hard drive laptopnya. Namun, pada tahun 2013, ia tidak sengaja membuang hard drive tersebut. Saat ini, aset bitcoin miliknya bakal bernilai USD255 juta jika Howells tidak menghilangkan hard drive-nya.

Untuk diketahu, Popescu juga menambang uang kripto sejak awal kemunculannya. Dia mtelah enjalani kehidupan yang penuh kontroversi dan dijuluki Bapak Toksisitas Bitcoin oleh situs berita kripto Bitcoin.com. Selain itu, dia juga sering dituduh rasisme dan seksisme. Meski demikian, beberapa orang menganggapnya sebagai seorang visioner dan menyebutnya “Bitcoin Evangelisâ€.

Sumber: investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT