Jumat, 26 Februari 2021

Mengekor China, BI Bakal Terbitkan Rupiah Digital


Bitcoin dan mata uang kripto lainnya kembali menemukan momentum sejak triwulan ketiga tahun 2020. Dalam kurun waktu kurang dari lima bulan, Oktober 2020 hingga medio Februari 2021, nilai bitcoin meningkat lebih dari 5 kali lipat, dari sekitar USD 11 ribu di awal Oktober hingga mencapai “new all time high” beberapa hari lalu di sekitaran USD 57 ribu !

Kehadiran bitcoin dengan model blockchainnya yang sangat revolusioner, sempat membuat ketar-ketir institusi perbankan . Bitcoin memungkinkan transaksi layaknya hard cash, tapi dilakukan secara digital.

Tidak ada satu institusi, baik lembaga atau pemerintah, yang mempunyai kontrol atas bitcoin network, sehingga transaksi bitcoin tidak bisa dimonitor oleh lembaga semacam PPATK.

Tapi dengan berjalannya waktu, dan semakin meluasnya pemahaman terhadap teknologi blockchain, pihak perbankan mulai melihat peluang untuk memanfaatkan blockchain dalam sistem keuangan yang sekarang berjalan. Maka kemudian Bank of International Settlement, yang bertanggungjawab atas transaksi perbankan internasional, memperkenalkan istilah “Central Bank Digital Currency” atau CBDC.

Dan, kemarin kamis 25 Februari 2021, Bank Indonesia mengumumkan rencana membuat rupiah digital.

Rencana ini dibuat seiring dengan sudah maraknya jenis cryptocurrency yang ada. Gubernur BI Perry mengatakan Bank Indonesia dalam proses perumusan pembentukan central bank digital currency atau bank sentral mata uang digital.

“Itu kami sedang rumuskan yang nanti BI akan kemudian menerbitkan central bank digital currency. Kami juga akan edarkan dengan bank-bank dan juga fintech, secara whole sale maupun ritel,” ujar Perry dalam video virtual, Kamis (25/2/2021)

Tak hanya itu BI juga tengah menjalin kerja sama dengan bank sentral di negara lainnya dalam menyusun dan mengeluarkan bank sentral khusus mata uang digital itu. “Kami lakukan kerjasama erat dengan bank sentral lain dalam pembentuknya bank digital,” jelasnya.

Indonesia bukan yang pertama ingin membuat mata uangnya menjadi digital. China sudah jauh lebih dulu membuat rencana itu. Yuan digital sudah disiapkan jauh-jauh hari. Mata uang itu digadang-gadang menggeser posisi dolar AS sebagai mata uang global.

Pada September 2020, People’s Bank of China (PBOC) disebut sudah melakukan uji coba di sejumlah wilayah di China. Penambang Bitcoin asal China Chandler Guo menyebut sistem pembayaran yang dibuat oleh China yang disebut dengan DCEP. Guo menyebutkan DCEP ini akan menjadi mata uang resmi China dalam versi digital dan akan menjadi mata uang global yang mendominasi.

“Suatu hari nanti semua orang di dunia akan menggunakan DCEP,” kata dia.

Jababeka industrial Estate

Guo mengatakan keberhasilan DCEP ini dilandasi dengan banyaknya orang China yang berada di luar negeri. Kendati begitu, banyak yang mempertanyakan juga, pengembangan mata uang ini akan menimbulkan kekhawatiran jika uang itu digunakan untuk memata-matai warga China.

Sama seperti Bitcoin, DCEP menggunakan teknologi blockchain untuk memverifikasi transaksi. Dalam praktiknya blockchain ini tidak memerlukan bank jika ingin melakukan pembayaran satu sama lain.

BACAAN TERKAIT