Kamis, 17 Juni 2021

Menteri El Salvador: Terlalu Dini Untuk Gunakan Bitcoin Sebagai Pembayaran Gaji


Oleh Lisa Monica

Menteri Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Sosial El Salvador Rolando Castro mengatakan bahwa negaranya belum siap mengadopsi Bitcoin untuk pembayaran gaji.

Melansir dari Cointelegraph, Rolando Castro membantah berita lokal yang mengklaim bahwa kementriannya bersama dengan pejabat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Ekonomi mulai menganalisis kemungkinan pembayaran gaji dengan Bitcoin.

Castro menekankan bahwa dia hanya menjawab pertanyaan, dan menyatakan bahwa “terlalu dini untuk membicarakan tentang gaji.”

Dia mengatakan dirinya akan fokus pada penciptaan lapangan kerja dan menekankan dia tidak akan banyak berhubungan dengan peran Bitcoin dalam pembayaran gaji.

Menurut laporan Yahoo Finance, undang-undang negara El Salvador menyatakan bahwa gaji harus dibayarkan dengan alat pembayaran yang sah, dan Bitcoin adalah salah satunya. Dengan undang-undang yang baru, mata uang kripto kini bisa digunakan untuk membayar banyak, tetapi belum ada banyak informasi tentang penggunaannya untuk pembayaran gaji.

Minggu lalu, El Salvador resmi menjadi negara pertama yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran sah. Hal ini terjadi setelah 62 dari 84 suara Kongres menyetujui proposal Presiden Nayib Bukele.

Presiden Bukele mengatakan bahwa mengakui bitcoin sebagai mata uang akan membantu warganya dan meningkatkan perekonomian. Sebagai informasi, undang-undang yang dirancang Presiden Bukele menunjukkan “kontribusi pajak dapat dibayarkan dalam Bitcoin” dan “untuk tujuan akuntansi, USD akan digunakan sebagai mata uang referensi.”

Berdasarkan data Investing pukul 11.30 WIB, Bitcoin turun 2,64% ke $38.973,1.

Sumber: investing.com

CIMB NIAGA

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT