Senin, 21 Juni 2021

PBOC Desak Lembaga Keuangan Untuk Stop Transaksi Mata Uang Kripto


Oleh Lisa Monica

People’s Bank of China (PBOC) pada hari Senin (21/6) mengatakan kepada lembaga keuangan negara itu untuk berhenti memfasilitasi transaksi mata uang virtual. Hal ini memicu sentimen negatif di pasar mata uang kripto. Bank tidak diperbolehkan untuk menyediakan produk atau layanan seperti perdagangan, kliring, dan penyelesaian transaksi kripto, kata PBOC dalam sebuah pernyataan.

Mereka juga harus mengidentifikasi akun modal pertukaran mata uang virtual dan dealer over-the-counter, dan memutuskan tautan pembayaran untuk dana transaksi pada waktu yang tepat.

Mengutip Financial Times, People’s Bank of China mengatakan perdagangan mata uang kripto mengganggu sistem keuangan, menimbulkan risiko transfer aset lintas negara dan pencucian uang serta “sangat melanggar keamanan aset keuangan masyarakat”.

Sebagai bagian dari rezim kontrol modal yang ketat, China secara drastis membatasi kemampuan warga untuk mentransfer uang ke luar negeri dan telah mengawasi Bitcoin dengan hati-hati sejak popularitas mata uang kripto meningkat hampir satu dekade lalu.

Mulai bulan lalu, China meningkatkan upaya untuk melepaskan penambangan Bitcoin di negara itu, di mana sekitar 75 persen aktivitas penambangan dunia berlangsung.

Mengutip CoinDesk, bias anti-crypto PBOC bukanlah hal baru, pernyataan terbaru muncul setelah berkonsultasi dengan Industrial and Commercial Bank of China, Agricultural Bank of China, Construction Bank, Postal Savings Bank, Industrial Bank dan Alipay (China) Network Technology mengenai masalah ini. Lembaga keuangan dan bank telah sepakat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sejalan dengan pedoman PBOC.

 

Sumber: investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT