Dirut Bulog Curiga Masih Ada Oknum Pedagang Oplos Beras Medium

  • Bagikan
Dirut Bulog Curiga Masih Ada Oknum Pedagang Oplos Beras Medium

Finroll.com – Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mencurigai masih ada oknum pedagang pengoplos beras medium. Hal itu dilakukan agar mereka mendapat keuntungan lebih banyak.
Kecurigaannya ini bermula setelah pihaknya melakukan distribusi dan operasi pasar beras medium, namun harganya di pasaran malah mengalami kenaikan menjadi Rp9.900 hingga Rp10.500 per kilogram.

“Kalau saya dari penyuplai, justru ada kecurigaan ini ada perubahan beras medium jadi premium. Bisa dilihat hari ini stok terbanyak mungkin 80 persen medium,” ungkapnya seusai melakukan tinjauan bersama Menteri Pertanian ke Pasar Induk Beras Cipinang, Kamis (8/11).

Baca Lainnya: Gunakan Satelit, Wapres Baru Sadar Ada Kekeliruan Data Beras Selama 20 Tahun

Ia menambahkan, sampai saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog telah mencapai 2,7 ton. Bulog juga sudah melakukan operasi pasar dengan 60 persen dari stok beras medium dalam upaya stabilitasi harga. Tetapi, jumlah beras yang bisa diserap tiap harinya tidak sampai 15 ribu ton.

Stok Beras PIBC Didominasi Beras Premium

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo menjelaskan stok beras terkini di PIBC sebanyak 50 ribu ton, atau melebihi batas stok normal yang sebesar 20 ribu sampai 30 ribu ton.

Meski demikian, ia menjelaskan jika porsi jumlah beras di PIBC didominasi 80 persen oleh beras-beras premium. Padahal, Arief menilai jika produksi beras dalam negeri untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Jakarta sangat cukup. Referensi pedagang dalam menjual beras premium jadi fenomena baru yang mesti dicermati.

Baca Lainnya: Presiden Jokowi: Jangan Sampai Tidak Pernah Ke Pasar, Terus Cerita Harga Beras

“Tapi hanya saja, beras medium ini lebih cenderung ditingkatkan ke premium karena marginnya tinggi. Ini semacam fenomena baru, tapi bukan masalah produksi,” sambungnya.

Source: Antara

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->