Selasa, 8 Oktober 2019

Periode September 2019, Realisasi PNPB Minerba Baru Mencapai 68,76 Persen


Finroll.com — Tahun ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Minieral (ESDM) memprediksi capaian pendapatan negara bukan pajak (PNPB) dari sektor mineral dan batubara (minerba) tidak akan tercapai.

Sementara hingga periode September 2019, realisasi PNPB baru mencapai 68,76 persen atau sebesar Rp29,74 triliun, dari target yang ditetapkan sebesar Rp43,26 triliun.

Johnson Pakpahan selaku Direktur Penerimaan Minerba Kementerian ESDM, mengatakan realisasi PNPB hingga periode tersebut memang lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu.

Hingga September tahun lalu realisasi PNPB tercatat sebesar Rp33,55 triliun, 4,5% lebih besar dari target yang ditetapkan sebesar Rp32,1 triliun.

Sementara itu realisasi PNPB hingga akhir tahun 2018 mencapai Rp 50 triliun. Menurut Johnson salah satu penyebab target tidak terpenuhi lantaran harga batubara yang anjlok tahun ini.

“Tentu penurunan (harga batubara) ini menurunkan PNBP . Tahun lalu, September target sudah tercapai. Sedangkan harga terus naik, jadi capaiannya makin bagus,” kata Johnson yang dilansir dari Ipotnews, di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Lebih lanjut Johnson menerangkan, berdasarkan jenis komoditasnya, batubara menjadi penyumbang PNBP dominan dengan porsi sekitar 80 persen.

Padahal harga batubara yang direpresentasikan dalam Harga Batubara Acuan (HBA) terus bergerak turun sejak September 2018, sehingga sumbangsih terhadap penerimaan total PNPB pun menyusut.

Dari sisi komponen royalti yang diambil dari Harga Patokan Batubara (HPB) yang diformulasikan berdasarkan HBA, PNPB masing-masing kelas kalori batubara juga jauh di bawah asumsi, sebesar USD65,79 per ton.

“Jika kita perhatikan, rata-rata HBA sejak Januari-September sudah USD77 per ton, kurs juga sudah berubah,” ujar Johnson.(red)

Jababeka industrial Estate

BACAAN TERKAIT