Kamis, 21 Januari 2021

Kepemimpinan yang baik untuk Generasi Milenial


Definisi Pemimpin yang Baik untuk Generasi Milenial 

Pemimpin yang baik adalah orang-orang terpilih yang cerdas, kuat, mampu dan memiliki kapasitas yang bagus untuk bisa membimbing dan mengarahkan anggota kelompoknya untuk meraih tujuan bersama dengan menerapkan cara-cara yang baik dan sehat. Sedangkan, generasi milenial adalah kelompok generasi yang dinilai kehadirannya setelah Generasi X. Untuk menentukan kisaran umur dari generasi milenial itu sendiri, para ahli dan peneliti sering menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran dari generasi milenial dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000an sebagai tahun akhir kelahiran.  Dalam menggambarkan generasi milenial, banyak orang-orang yang memberikan stigma negatif terhadap generasi ini. Banyak yang beranggapan bahwa Milenial adalah generasi yang sulit diatur, ini yang membuata beberapa Perusahaan khusunya pemimpin yang ada di Perusahaan merasa enggan untuk menghire Milenial. Akan tetapi Kita harus sadari bahwa generasi Milenial kini sudah mulai memasuki dunia kerja, sebagai seorang pemimpin Kita dipaksa harus menerima dan ikut serta menjadi bagian dari mereka. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus menyiapkan fisik dan mentalnya dengan sangat baik agar bisa menjadi seorang pemimpin yang baik untuk generasi milenial.  

Bagaimana Cara Menjadi Pemimpin yang Baik untuk Generasi Milenial? 

Menurut ahli , ada 4 langkah utama untuk bisa menjadi pemimpin yang baik bagi generasi Milenial. Keempat langkah tersebut dinilai cukup efektif dalam membangun suasana kerja yang baik dalam perusahaan. Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini.  

1. Dorong Mereka untuk mengetahui arti tanggung jawab dalam dunia kerja

Hal pertama yang perlu kita lakukan dalam memimpin generasi milenial adalah mendefinisikan tanggung jawab sebagai Karyawan. Generasi Milenial masih banyak yang belum memahami secara langsung tugas, tanggung jawab Mereka dalam dunia Kerja ini dapat menyulitkan pemimpin dalam memberikan instruksi pekerjaan. Ketika generasi Milenial memahami tanggung jawab di dunia kerja, pemimpin akan lebih mudah mengarahkan. Pemimpin perlu untuk mengikuti perkembangan generasi Milenial dengan membiarkan Mereka mengeksplore kemampuannya namun tetap memperhatikan tanggung jawab yang tinggi.

2. Jadilah Pemimpin yang bersahabat namun tegas. 

Generasi milenial terdiri dari orang-orang yang ingin merasa dihargai dan diakui keberadaannya. Mereka juga sangat suka dengan lingkungan kerja yang penuh dengan kenyamanan dimana mereka bisa merasa have fun namun di saat yang sama mereka juga bisa mengembangkan diri mereka dengan tugas-tugas kerja yang menantang.  Banyak sekali orang yang mengatakan bahwa generasi milenial adalah kaum pemalas yang tidak suka bekerja keras. Padahal mereka bukan tidak suka bekerja dengan giat dan berupaya keras, mereka akan memberikan usaha maksimal yang dimilikinya jika suasana dan kondisi yang ada membuat mereka semangat dan tertantang untuk melakukan yang terbaik.  Jika mereka merasa tidak nyaman dengan sikap pemimpin yang dingin dan tidak ramah, lantas bagaimana mereka bisa nyaman bekerja dengan pemimpin seperti ini? Cobalah untuk menjadikan mereka sebagai “teman” namun di saat yang bersamaan juga menjadi pemimpin yang tegas. Sehingga mereka tahu batasan-batasan yang harus dijaga, meskipun pemimpin mereka adalah orang yang sangat ramah. Ketika generasi milenial sudah merasa nyaman dengan sikap pemimpinnya, percayalah bahwa tanpa diminta untuk menjadi karyawan yang produktif, karyawan milenial pasti akan memberikan kinerja terbaik dari diri mereka. 

3. Jangan Memanjakan Karyawan, Tapi Tetaplah Bersikap Konstruktif

Dikarenakan sifat generasi milenial yang mudah tersinggung dan cukup sensitif, sebagian orang berpikir bahwa seorang pemimpin harus bersikap hati-hati ketika berbicara dengan mereka, baik dalam berdiskusi maupun ketika menyampaikan tugas kerja. Jika kita tidak menjaga hati para karyawan milenial dengan baik, dikhawatirkan mereka akan segera resign dari perusahaan dan mencari pekerjaan lain. Hal yang perlu dilakukan adalah bersikap tidak memanjakan Mereka, namun di sisi lain juga bersikap konstruktif kepada Mereka. Apabila ada umpan balik yang harus kita sampaikan kepada para karyawan milenial, maka kita tetap perlu menyampaikannya. Penyampaian umpan balik bertujuan untuk membantu pengembangan mereka dengan baik. Jadi, sampaikanlah umpan balik dengan nada dan pemilihan kata yang konstruktif. Kami yakin mereka akan merasa senang dan sangat memahaminya. 

4. Mendorong Kolaborasi untuk Meningkatkan Motivasi dan Kepuasan. 

Generasi milenial memiliki kemampuan yang sangat baik serta keterampilan yang canggih, terutama dalam menggunakan teknologi. Nilai positif ini perlu digunakan oleh para pemimpin yang baik dalam membimbing karyawan milenial mereka untuk saling berkolaborasi dan membentuk kesatuan anggota tim yang kuat, yang saling memotivasi satu sama lain. Sehingga, generasi milenial dapat mencapai kepuasan kerja mereka masing-masing. Kolaborasi yang kuat akan membantu para generasi milenial untuk mendapatkan self-fulfilment dalam setiap pekerjaan yang mereka berikan.  Yap, itulah kriteria pemimpin yang baik yang sangat diperlukan untuk memimpin para generasi milenial. Dari keempat kriteria kepemimpinan di atas, apakah rekan pembaca sudah merasa menjadi salah satu pemimpin yang baik untuk generasi milenial? Yuk, kita asah kembali leadership skills kita untuk menjadi pemimpin yang baik bagi para generasi milenial.

sumber : studilmu.com

BACAAN TERKAIT