Senin, 12 Agustus 2019

Menteri Ignasius Jonan Lantik Fatar Yani Abdurrahman Jadi Wakil Ketua SKK Migas Yang Baru


Finroll.com — Ignasius Jonan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melantik Fatar Yani Abdurrahman sebagai Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas). Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk fokus salam pengembangan SDM di berbagai sektor dalam lima tahun kedepan. Fatar menggantikan posisi Sukandar yang telah memasuki masa pensiun.

Selain melantik Wakil Ketua SKK Migas, Jonan juga melantik beberapa pejabat administrasi di lingkungan Kementerian ESDM. Tercatat ada sebelas pejabat yang dilantik termasuk Fatar.

Pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah yang dipimpin langsung oleh Jonan. Dalam acara pengucapan sumpah dihadiri oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Pejabat esselon I dilingkungan ESDM serta perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang ESDM. Pelantikan pada hari ini adalah yang terakhir kalinya menggunakan azas senioritas. Ke depannya, pengangkatan jabatan akan dilakukan melalui jalur assessment. “Pelantikan terakhir dari jalur senioritas. Nantinya kembali lagi dari jalur murni assessment,” ucapnya.

Jonan berharap jika Fatar bisa mengemban jabatan ini dengan baik. Sehingga dengan pelantikan ini diharapkan bisa membawa perbaikan kinerja di sektor hulu migas. “Mudah-mudahan pelantikan bisa bawa perbaikan kinerja. Apalagi, sumpah jabatan ini sudah diatur oleh Undang-Undang (UU). Artinya, jika tidak dijalankan dengan baik, tanggung jawabnya langsung kepada negara,” ujarnya dalam sambutan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Lebih lanjut Jonan menyampaikan, “Saya perlu mengingatkan bahwa sumpah mengandung tanggung jawab Republik Indonesia, menyelamatkan Pancasila dan Undang-Undang 1945 dan kesejahteraan bangsa,” katanya.

Menurut Jonan, pengembangan SDM perlu dilakukan di lapangan-lapangan minyak yang memiliki kapasitas besar. Salah satunya adalah Blok Migas Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku. “Jadi saya minta SKK Migas mendorong KKKS untuk lakukan pengembangan manusia. Terutama pengembangan besar seperti Blok Masela wajib kembangkan SDM,” ucapnya.

Dalam menggarap proyek SKK Migas diminta mendorong kepada KKKS untuk merekrut penduduk sekitar. Ini bertujuan untuk mengembangkan skill dari masyarakat sekitar. perekrutan masyarakat sekitar untuk menghindari konflik sosial. Apalagi letak proyek-proyek migas ini banyak sekali yang berada di daerah pelosok.

“Terutama bagi pegawai atau masyarakat yang tinggal di lokasi pengembangan. Kegiatan pertambangan migas listrik banyak di wilayah yang jauh,” katanya.

Namun lanjut Jonan, rekrutmen tentu saja harus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan. Jangan sampai karena terlalu banyak, keuangan perusahaan menjadi terganggu. “(Rekrutment) sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing,” ucapnya.(red)

BACAAN TERKAIT