Selasa, 11 Desember 2018

OJK Imbau Masyarakat Hati-Hati Jika Tak Paham Transaksi Fintech


Finroll.com – Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tirta Segara meminta masyarakat yang tidak memahami cara transaksi Fintech kredit online supaya tidak bertransaksi.

“Nah, konsumen kita imbau kalau enggak paham jangan lakukan transaksi harus paham dulu, kalau enggak paham nanti di tengah-tengah ada masalah,” ungkap Tirta di Jakarta, Selasa (11/12).

Baginya, masyarakat harus teliti dalam menggunakan jasa keuangan baik itu konvensional maupun fintech. Sehingga harus dipastikan apakah penyedia layanan sudah terdaftar dan diawasi OJK, untuk meminimalisir risiko kerugian yang dialami di kemudian hari.

“Tapi jika ada masalah, OJK akan berusaha memfasilitasi. Masalah akan dibantu untuk diselesaikan,” tambahnya.

Baca Lainnya: AFPI Dukung Pemerintah Blokir Fintech Ilegal yang Meresahkan

Di sisi lain Ia menambahkan jika dalam ketentuan penggunaan, dalam layanan Finctech ada layanan pilihan untuk persetujuan, jika aplikasi bisa mengakses kontak maupun galeri foto calon pengguna. Inilah yang akhirnya menjadi penyebab banyak masalah bermunculan.

Bahkan ada seorang korban pengguna fintech yang sempat melapor, karena penyedia aplikasi mencuri nomor ponsel di kontaknya.

“Saya terima aduan. Dia bilang penyedia platform menggunakan nomor di hp saya kemudian disebarkan kalau saya belum bayar. Terus saya bilang coba minta berkas perjanjian dari penyedia, di sana ada tulisan dengan menyatakan setuju dan klik yes atau agree, maka mereka diberi otorisasi untuk menggunakan data di HP-nya. Makanya Anda baca dulu sebelum klik walaupun panjang,” imbuhnya.

Sebelumnya, LBH Jakarta menerima 1.330 aduan korban pinjaman online dari 25 provinsi di seluruh Indonesia. Pengaduan ini dihimpun dari awal hingga akhir November 2018.

Sumber: Detik Finance

CIMB NIAGA

BACAAN TERKAIT