Rabu, 2 Juni 2021

6 Perusahaan Indonesia yang Masuk Daftar Perusahaan Terbesar di Dunia pada 2021


Setahun lalu, para pemimpin bisnis dunia dihadapkan pada keputusan yang berat. Memulai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), atau menunggu uang pemerintah? Bayar uang sewa, atau penuhi gaji? Pabrik mana yang harus diselamatkan dulu? Bagaimana cara melikuidasi semua inventaris ini? Bab 11 sekarang atau nanti?

Keputusan itu harus diambil ketika industri maskapai penerbangan dan ritel jatuh, harga minyak anjlok hingga di bawah nol, serta jumlah kematian akibat covid-19 melonjak.

Namun kondisi tersebut tidak sepenuhnya dialami pebisnis. Ada beberapa titik terang di tengah pandemi yang melanda. Perusahaan apotek seperti Pfizer dan AstraZeneca sibuk, bahkan Amazon tidak dapat menemukan cukup pekerja.

Forbes pun kembali merilis daftar 2.000 perusahaan publik terbesar di dunia pada tahun ini. Forbes telah mendata perusahaan-perusahaan ini sejak 2003. Daftar yang tertuang dalam Forbes ‘Global 2000’ ini mengukur perusahaan berdasarkan empat metrik, yakni aset, nilai pasar, penjualan, dan keuntungan.

Melansir Forbes, Rabu, beberapa waktu lalu, edisi tahun lalu menawarkan gambaran sekilas tentang implikasi ekonomi awal dari pandemi covid-19. Sekarang, Forbes melihat hasil gejolak pasar selama 12 bulan dan kerugian manusia yang tak terduga.

Hasilnya tidak semuanya buruk. Dengan bank sentral mengizinkan suku bunga negatif, investor telah memutuskan tidak ada alternatif untuk berinvestasi ekuitas.

Secara alami, total pasar saham global melonjak sekitar 48 persen pada tahun lalu. Jadi meskipun penjualan dan keuntungan mungkin turun untuk perusahaan Forbes Global 2000, total aset dan nilai pasar naik.

Adapun nilai pasar minimum untuk daftar 2021 adalah USD8,26 miliar, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD5,27 miliar. Berikut enam perusahaan kakap asal Indonesia yang masuk dalam jajaran daftar Forbes ‘Global 2000’ pada 2021:

  1. Bank Rakyat Indonesia (BRI), peringkat 362.
    Penjualan: USD10 miliar.
    Profit: USD1,3 miliar.
    Aset: USD107,6 miliar.
    Nilai pasar: USD36,5 miliar.
  2. Bank Central Asia (BCA), peringkat 436.
    Penjualan: USD6 miliar.
    Profit: USD1,9 miliar.
    Aset: USD76,6 miliar.
    Nilai pasar: USD53,1 miliar.
  3. Bank Mandiri, peringkat 507.
    Penjualan: USD8,6 miliar.
    Profit: USD1,2 miliar.
    Aset: USD101,7 miliar.
    Nilai pasar: USD20,2 miliar.
  4. Telkom Indonesia, peringkat 762.
    Penjualan: USD9,2 miliar.
    Profit: USD1,3 miliar.
    Aset: USD15,8 miliar.
    Nilai pasar: USD22,9 miliar.
  5. Bank Negara Indonesia (BNI), peringkat 1.742.
    Penjualan: USD5 miliar.
    Profit: USD225,6 juta.
    Aset: USD63,4 miliar.
    Nilai pasar: USD7,6 miliar.
  6. Gudang Garam, peringkat 1.760.
    Penjualan: USD7,9 miliar.
    Profit: USD525,9 juta.
    Aset: USD5,6 miliar.
    Nilai pasar: USD4,8 miliar.

sumber :medcom.id

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT