Rabu, 17 Maret 2021

Dow Jones Hentikan 5 Hari Berturut, Pasar Tunggu Keputusan Fed & Powell


Dow Jones menghentikan kenaikan lima hari berturut-turutnya pada akhir perdagangan Selasa (17/03) setempat atau Rabu (17/03) pagi WIB seiring melemahnya saham-saham siklikal, sementara sektor teknologi menyerahkan beberapa keuntungan setelah penguatan imbal hasil obligasi AS dan investor masih menunggu keputusan Federal Reserve.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,39% ke 32.825,95, S&P 500 turun 0,16% di 3.962,71 dan Nasdaq Composite naik tipis 0,09% ke 13.471,57 sampai pukul 09.28 WIB menurut data Investing.com.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah 0,40% di 6.284,69 pukul 09.41 WIB.

Sektor energi dan industri mempelopori penurunan pasar yang lebih luas. Dan industri mengalami tekanan dari pelemahan sebesar 3% di Boeing (NYSE:BA) pasca saham maskapai penerbangan reli sehari sebelumnya. American Airlines Group (NASDAQ:AAL) dan United Airlines Holdings (NASDAQ:UAL) mengakhiri hari di zona merah.

Optimisme pada maskapai penerbangan, bagaimanapun, telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir karena ada tanda-tanda pemulihan permintaan perjalanan udara.

Lautan merah melintasi saham siklus sebagian diimbangi oleh kenaikan di saham-saham teknologi dibantu oleh penguatan hari kedua berturut-turut untuk saham chip. Intel (NASDAQ:INTC) berakhir naik setelah produsen chip tersebut meluncurkan jajaran lengkap prosesor desktop generasi ke-11, yang akan memulai debutnya pada akhir Maret.

Sementara itu, perusahaan teknologi besar memangkas beberapa keuntungan, setelah imbal hasil obligasi AS berubah positif dan memberi tekanan pada saham pertumbuhan jangka panjang yang terlihat di awal bulan ini.

Facebook (NASDAQ:FB), Apple (NASDAQ:AAPL), Amazon.com (NASDAQ:AMZN), induk Google Alphabet (NASDAQ:GOOGL) dan Microsoft (NASDAQ:MSFT) semuanya beranjak naik seiring penguatan imbal hasil obligasi 10 tahun AS naik di atas 1,6%.

Dengan tersisa satu hari sampai Federal Reserve mengumumkan kebijakan moneternya dan pernyataan Ketua Jerome Powell, beberapa telah menyerukan untuk tetap berhati-hati.

The Fed Pertahankan Suku Bunga

Bank sentral diharapkan bisa mempertahankan suku bunga tidak berubah dan kecepatan pembelian obligasi bulanan sebesar $120 miliar. Pembaruan dari Powell, bagaimanapun, berpotensi memicu pergerakan imbal hasil obligasi yang kemungkinan akan menggerakkan saham.

“Kami memperkirakan pergerakan bunga obligasi akan berlanjut dalam waktu yang sangat dekat. The Fed seperti biasa tetap menjadi kunci utama,” urai Jefferies (NYSE:JEF). “Jadi kami pikir orang perlu mengamati aksi harga cukup dekat di sini menuju pertemuan Fed [minggu ini].”

CIMB NIAGA

Namun, yang lainnya tidak menunggu pembaruan dari Fed di tengah spekulasi bahwa bank sentral tidak akan memiliki pilihan selain meningkatkan pembelian obligasi karena laju inflasi akan meningkat.

“Saya memiliki firasat bahwa apa yang dikenal sebagai Operasi Twist di akhir 40-an setelah Perang Dunia II dan The Fed mencoba untuk menjaga suku bunga turun dengan membeli obligasi 10 tahun dan lebih lama yang mungkin terjadi di masa depan kita di mana Fed terbatas dengan dana sekitar $1 triliun dalam pembelanjaan langsung, dan akan mulai membelanjakan lebih banyak untuk tenor 10-an, 20-an, dan 30-an guna mempertahankan suku bunga jangka panjang turun,” ungkap mantan Chief Executive PIMCO Bill Gross. Gross berpandangan bearish negatif untuk Treasuries selama bertahun-tahun. Dalam cuitannya pada 9 Januari 2018, ia menyampaikan: “pasar bearish obligasi dikonfirmasi hari ini.”

Catatan kehati-hatian telah digaungkan oleh survei terbaru Bank of America (NYSE:BAC) yang menunjukkan bahwa pengelola dana lebih khawatir mengenai kebijakan pengetatan Fed yang terlalu dini, yang disebut taper tantrum, dan lonjakan inflasi dibandingkan pandemi Covid-19.

Sementara di sisi ekonomi, konsumen menjadi sorotan lantaran penjualan ritel turun lebih besar dari estimasi. Ekonom, bagaimanapun, mengabaikan angka inti yang lebih lemah, menyalahkannya peristiwa terkait cuaca akibat hawa dingin menghancurkan segalanya di seluruh AS.

“Kelemahan Februari terkait cuaca dan kemungkinan akan terbukti sementara. Berdasarkan data pengeluaran, penurunan terkonsentrasi pada minggu ketiga bulan ini yang bertepatan dengan badai musim dingin yang menyebabkan pemadaman listrik berkepanjangan di Texas,” tulis Jefferies dalam catatan.

Dalam berita lain, platform perdagangan eToro, pesaing dari Robinhood, go public dengan nilai kesepakatan lebih dari $10 miliar melalui akuisisi bertujuan khusus bersama Fintech Acquisition Corp V (NASDAQ:FTCV).

Sumber Berita : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT