Kamis, 18 Maret 2021

Sukuk ritel SR014 laris manis, BNI cetak penjualan Rp 1,3 triliun


Penjualan sukuk negara ritel seri SR014 ternyata laris manis. Hal tersebut juga dirasakan oleh salah satu agen penjual SR014 yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Plt. Wakil Pemimpin Divisi Wealth Management BNI Teddy Satriadi mengatakan, penjualan SR014 di BNI mencapai Rp 1,3 triliun. Asal tahu saja, masa penawaran SR014 ini sudah ditutup pada Ravu (17/3). 

“Tingkat imbal hasil SR014 yang relatif lebih rendah dari seri-seri sebelumnya tidak mengurangi minat investor. Pemesanan di BNI bahkan melampaui target awal yang kami ajukan ke Kementerian Keuangan yang hanya Rp. 400 miliar,” kata dia kepada Kontan.co.id, Rabu (17/3).

Teddy meyakini, tingginya minat masyarakat terhadap SR014 tidak terlepas dari SBN ritel yang menjadi alternatif investasi dengan tingkat risiko paling rendah dan sesuai dengan kondisi saat ini yang diselimuti ketidakpastian.

Lebih lanjut, jika dirinci, total investor yang melakukan transaksi pembelian SR014 di BNI mencapai 2.640 investor. Teddy menyebut, jika dilihat dari profil investor, 80% investor SR014 di BNI terdiri dari investor dengan tingkat usia di atas 35 tahun.

Merujuk laman Investree, saat penutupan penjualan SR014, jumlah penawaran yang masuk secara nasional terlihat sudah mencapai Rp 16,75 triliun.

Penjualan sukuk ritel SR014 capai Rp 16,75 triliun

Jika merujuk dari laman Investree, pada saat penutupan, jumlah penjualan nasional SR014 telah mencapai Rp 16,75 triliun. 

Bila dibandingkan dengan penjualan seri SR sebelumnya, yakni SR013, jumlah penjualan SR014 masih lebih kecil. Ketika itu, penjualan SR013 berhasil mengantongi Rp 25,67 triliun. 

Begitupun jika dibandingkan dengan ORI019 yang diterbitkan awal tahun ini. Penjualan ORI019 berhasil mencapai Rp 26 triliun.

Namun, untuk jumlah pasti penjualan SR014 sendiri masih perlu menunggu waktu karena pemerintah perlu melakukan rekonsiliasi data dengan para mitra distribusi. Adapun, penetapan penjualan SR014 baru akan dilakukan pada 22 Maret mendatang. Sementara untuk setelmen dilaksanakan pada 24 Maret.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, penjualan SR014 sudah cukup baik mengingat kupon SR014 merupakan yang terendah sepanjang sejarah SBN ritel. Asal tahu saja, kupon untuk SR014 sendiri hanya sebesar 5,47%. Jauh lebih kecil jika dibandingkan ORI019 yang sebesar 5,57% dan SR013 yang sebesar 6,05%.

Jababeka industrial Estate

“Dengan kupon yang paling rendah dalam sejarah SBN ritel, lalu penjualannya juga berdekatan dengan ORI019, untuk bisa menembus penjualan Rp 15 triliun tentu sudah pencapaian yang baik. Lagipula, jumlah bukan jadi patokan utama, yang terpenting adalah pertumbuhan investor baru,” terang Ramdhan belum lama ini.

SR014 merupakan SBN ritel kedua yang diterbitkan pada 2021 dan memiliki tenor 3 tahun dengan tanggal jatuh tempo pada 10 Maret 2024. Jumlah minimum pemesanan untuk SR014 sendiri hanya Rp 1 juta, sedangkan maksimal pemesanan sebesar Rp 3 miliar.

Imbal hasil yang ditawarkan SR014 sebesar 5,47% yang bersifat tingkat tetap atau fixed rate. Pembayaran imbal hasil atau kupon akan dilakukan rutin setiap bulan dan pembayaran pertama pada 10 April 2021.

Seri sukuk ritel ini berbentuk tanpa warkat dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable). Investor dapat melepasnya di pasar sekunder setelah berakhirnya masa minimum holding period per 11 Juni 2021. 

Sumber Berita : Kontan.co.id

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT