Rabu, 5 Desember 2018

OJK Sebut Perkembangan Pasar Modal Syariah Moncer Tahun Ini


Finroll.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan,  di tahun 2018 industri pasar modal syariah mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

“OJK memiliki inisiatif untuk eksplorasi pasar modal syariah dan pengembangan investornya,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen dalam sambutannya di Seminar Outlook Pasar Modal Syariah 2019, di Jakarta, Rabu (5/12).

Ia menambahkan, untuk melihat perkembangan industri pasar modal syariah salah satunya adalah saham syariah.

Sementara pada 23 November 2018, OJK sudah menerbitkan Daftar Efek Syariah berisi 407 saham, dan berlaku mulai 1 Desember 2018.

“Jumlah ini meningkat 6,5 persen dibanding akhir tahun 2017 dengan jumlah 382 saham,” sambungnya.

Hoesen menyatakan, konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebesar 391 saham. Jumlah ini meningkat 7,1 persen sepanjang tahun berjalan.

Baca Lainnya: OJK Sebut Pelemahan Dolar AS Bisa Sampai Akhir Tahun

Di sisi lain, peningkatan juga terjadi pada reksa dana syariah. Ia menjelaskan, jumlah reksa dana syariah bertambah 21,4 persen YTD (year to date), dan nilai aktiva bersih reksa dana syariah meningkat 19,8 persen.

Sepanjang tahun 2018 hingga menjelang tahun 2019, Hoesen berpendapat ada berbagai tantangan dari domestik maupun luar negeri. Salah satunya peraturan Bank Sentral Amerika yang menaikan suku bunga menjadi 2,25 persen, berikut efek perang dagang AS-China.

“Di tahun 2018, terdapat tiga sukuk yang diterbitkan dengan akad wakalah. Penambahan jenis akad itu diharap bisa mempermudah dan mendukung penerbitan sukuk korporasi,” lanjutnya.

Jababeka industrial Estate

Sumber : Antara

BACAAN TERKAIT