Senin, 31 Mei 2021

Archi Indonesia Bidik Rp3,97 Triliun Lewat IPO


Oleh Lisa Monica

Finroll.com – Salah satu perusahaan tambang pure-play emas terbesar di Indonesia yaitu PT Archi Indonesia Tbk berencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada bulan Juni mendatang.

Rencananya, Archi akan melepaskan 4.967.500.000 saham dengan nominal Rp10 per saham yang mewakili 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. 5 persen dari saham yang ditawarkan merupakan saham baru, sementara 15 persen lainnya merupakan saham yang dijual oleh pemegang saham Archi, yakni PT Rajawali Corpora.

Menurut laporan Kontan, pada masa bookbuilding ini (31 Mei – 9 Juni 2021), Archi membuka penawaran di kisaran harga Rp750 – Rp800 per lembar saham dengan target emisi IPO sebesar Rp3,97 triliun.

Dalam aksi korporasi ini, Archi telah menunjuk PT Citigroup (NYSE:C) Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse (SIX:CSGN) Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI (JK:BBNI) Sekuritas, serta PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek untuk IPO.

Adam Jaya Putra, selaku Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer (CFO) Archi menjelaskan, sekitar 90% (sembilan puluh persen) dari dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang bank, sedangkan sisa dana yang diperoleh akan digunakan Perseroan serta anak usahanya yakni PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya untuk pembiayaan kegiatan operasional dan modal kerja. 

Sebagai informasi, Archi memiliki lokasi tambang di provinsi Sulawesi Utara yang mulai beroperasi sejak 2011 dan telah memproduksi total 1.9 juta ons (setara dengan 58 ton) emas hingga 2020 dan memiliki Cadangan Bijih emas sebanyak 3,9 juta ons (setara dengan 121 ton) per akhir Desember 2020.

 

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT