Beli Saham Mercy Seharga Avanza, Simak Tips Lo Kheng Hong

  • Bagikan
finroll beli saham mercy seharga avanza, simak tips lo kheng hong
finroll beli saham mercy seharga avanza, simak tips lo kheng hong

Investor kawakan pasar modal, Lo Kheng Hong mengakui sampai saat ini tetap menerapkan strategi investasi untuk menemukan saham super dengan harga yang lebih murah dari harga wajarnya atau disebut value investing.

Meski hal itu dinilai cukup sulit untuk sebagian orang, Lo tetap menjalankan value investing sampai sekarang.

“Biasanya yang ngomong begitu [sulit] yang gak punya saham, andai kata punya, sahamnya sedikit. Tapi kalau orang yang sahamnya banyak, nggak ngomong seperti itu. Tetap dia value investing tetap berjalan, beli Mercy harga Avanza,” kata Lo Kheng Hong, dalam siniar yang dipublikasikan Syailendra Capital, dikutip Rabu (5/1/2022).

Lo juga menuturkan, berdasarkan pengalaman yang dia alami selama ini, investasi di instrumen saham tetap menjadi pilihan terbaik kendati ia mempunyai investasi di aset lain seperti properti.

“Ada sedikit, berbentuk vila, saya punya vila di Puncak, saya tinggal di sana. Saya tidak investasi di tempat lain, saham is the best choice. Tapi yang saya yakini belum dipercaya 99% masyarakat Indonesia, mereka taruh di bank, properti. Di kepala saya sudah tercantum, saham is the best choice,” beber Lo.

Sebelumnya, berbekal ilmu value investing tersebut, Lo menerapkannya dalam berinvestasi di emiten-emiten yang mengolah komoditas sumber daya alam (SDA).

Hampir sebagian besar cuan atau keuntungan yang dibukukan investor kenamaan ini justru berasal dari saham-saham yang berbasis komoditas.
Alasannya, pergerakan harga komoditas yang fluktuatif menjadi kesempatan untuk mendapatkan untung besar.

“Saya banyak mendapatkan keuntungan dari saham komoditas. Dulu ada PT Timah Tbk (TINS), PT Indika Energy Tbk (INDY) perusahaan batu bara, ada PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), karena komoditas itu berfluktuasi,” kata Lo, Sabtu (24/10/2020).

Ia juga selalu mencermati pergerakan harga komoditas. Contohnya, dia tahu jika harga batu bara berfluktuasi dari harga US$ 100/ton dan drop ke US$ 50/ton, tapi bisa berbalik arah dalam waktu yang sangat cepat.

“Saya membeli saham batu bara ketika bad time, saat harganya murah. Saya beli, saya simpan karena saya tahu, suatu hari harganya pasti akan ke US$ 100/ton. Ketika harga batu bara ke US$ 100, perusahaan batu bara untung besar dan harga sahamnya naik 4.000% dan saya jual,” bebernya.

Sumber : cnbcindonesia.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->