Kamis, 22 Juli 2021

Bursa Asia Kembali Menguat, Katalis Positif Pendapatan Korporasi AS


Oleh Gina Lee

Finroll.com – Saham-saham di Asia Pasifik bergerak menguat pada Kamis (22/07) pagi, terus mendapatkan kembali momentumnya usai rilis pendapatan perusahaan AS yang positif meredakan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi global dari COVID-19.

KOSPI Korea Selatan menguat 0,95% di 3.246,49 pukul 10.01 WIB menurut data Investing.com. Di Australia, ASX 200 juga naik 0,95% ke 7.378,30 setelah negara bagian Queensland menutup perbatasannya dengan New South Wales untuk menahan penyebaran wabah COVID-19 di Sydney. Indeks Kepercayaan Bisnis Kuartal dari National Australia Bank (NAB), yang dirilis sebelumnya, juga lebih rendah dari perkiraan 17.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,27% di 6.106,60 pukul 10.12 WIB.

Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 1,65% di 27.649,00 pukul 10.04 WIB.

Shanghai Composite China naik tipis 0,06% di 3.564,85 dan Shenzhen Component turun 0,22% ke 15.179,09.

Pasar Jepang ditutup libur menjelang upacara pembukaan Olimpiade Tokyo pada hari Jumat.

Imbal hasil obligasi acuan AS 10 tahun naik menuju angka 1,3%, reli obligasi yang terjadi baru-baru ini tampaknya akan segera berakhir dan lelang utang 20 tahun yang buruk. Namun, imbal hasil 10 tahun di Australia dan Selandia Baru melonjak.

Verizon Communications Inc. (NYSE:VZ) dan Coca-Cola Co . (NYSE:KO) melaporkan hasil kinerja yang lebih baik dari perkiraan, sementara United Airlines Holdings Inc (NASDAQ:UAL) memperkirakan laba meskipun ada ancaman COVID-19. Hasil positif tersebut memberi dorongan bagi saham-saham AS, dengan S&P 500 mencatat kenaikan berturut-turut terbesarnya dalam dua bulan.

Pendapatan positif, dikombinasikan dengan kebijakan moneter yang terus-menerus dovish dari Federal Reserve AS, menenangkan beberapa kekhawatiran awal pekan ini atas melonjaknya jumlah kasus COVID-19 yang melibatkan varian Delta dan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi.

Jababeka industrial Estate

Beberapa investor tetap optimis terhadap prospek saham global kendati ada perubahan haluan mereka dari aksi jualnya di awal minggu menunjukkan “perusahaan telah sangat tangguh melalui semua ini,” Kepala Produk Direxion David Mazza mengatakan kepada Bloomberg.

“Estimasi pendapatan cukup luar biasa, mungkin beberapa yang terbaik dalam catatan. Bahkan melalui semua ini, kita memiliki likuiditas bank sentral yang tersisa sangat melimpah, pertumbuhan ekonomi yang kuat. Tentu ada beberapa tanda tanya tentang berapa lama itu bisa berlanjut, tetapi untuk saat ini momentum ada di belakang investor,” tambahnya.

Namun, investor lain terdengar lebih pesimistis. September dan Oktober bisa menjadi masa sulit untuk saham dan ekuitas AS bisa mundur 15%, Ketua Investasi Guggenheim Scott Minerd mengatakan kepada Bloomberg.

Di sisi bank sentral, investor kini menunggu keputusan kebijakan dari Bank Indonesia dan European Central Bank (ECB).

Di AS, Ketua Fed Jerome Powell kemungkinan akan dicalonkan kembali untuk masa jabatan kedua, bahkan ketika keputusan itu akan diketahui kemudian pada tahun 2021 dan dilaporkan belum diajukan kepada Presiden AS Joe Biden. Data penjualan rumah lama AS juga akan dirilis nanti.

Dalam cryptocurrency, Bitcoin bertahan di atas $32.000 setelah tokoh-tokoh termasuk CEO Tesla Inc. (NASDAQ:TSLA) Elon Musk dan CEO Ark Investment Management Cathie Wood membahas prospek kripto dalam konferensi B Word.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT