Selasa, 30 Maret 2021

Bursa Asia Mayoritas Naik, Pasar Masih Cermati Perkembangan Archegos


Oleh Gina Lee

Finroll.com – Saham-saham di Asia Pasifik mayoritas bergerak menguat pada Selasa (30/03) pagi dan investor terus memantau dampak lanjutan dari perkembangan kolapsnya Archegos Capital Management. Namun, percepatan pemulihan ekonomi AS dari COVID-19 dan peluncuran vaksin menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi.

Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,04% ke 29.396,00 pukul 11.16 WIB menurut data Investing.com. Nomura Holdings Inc (T:8604), yang dilaporkan memasukkan kepala Archegos, Bill Hwang sebagai klien, mengatakan terlalu dini untuk memperkirakan dampak kerugian yang terkait dengannya.

KOSPI Korea Selatan naik 1,17% di 3.071,61 sementara di Australia, ASX 200 turun 0,58% ke 6.760,00.

Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,13% ke 6.097,14 pada perdagangan sesi I sampai pukul 11.30.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,19% ke 28.659,00 pukul 11.22 WIB sejalan dengan kebijakan kota tersebut bersiap untuk melonggarkan beberapa langkah pembatasan ketatnya lebih jauh pada 1 April. Sementara itu, suara bulat dari Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Hong Kong mengurangi jumlah terpilih secara langsung untuk kursi Dewan Legislatif Hong Kong, dan badan pemeriksaan akan menentukan siapa yang dapat mencalonkan diri dalam pemilihan akan dibuat.

Shanghai Composite China naik 0,59% di 3.455,44 dan Shenzhen Component naik 1,05% di 13.915,13. Investor masih menunggu rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur dan non-manufaktur pada hari Rabu, untuk mencari petunjuk lebih lanjut tentang pemulihan ekonomi China.

Beberapa trader menuntut suku bunga yang lebih tinggi guna melindungi potensi kerugian atas utang bank yang terperangkap dalam saga Archegos, termasuk Nomura (T:8604) dan Credit Suisse (SIX:CSGN) Group (NYSE:CS) hingga saat ini, dan perusahaan mengatakan melalui pernyataan bahwa “semua rencana sedang dibahas.”

Namun, pasar kredit tetap tenang seiring berlanjutnya sesi Asia pada hari Selasa.

“Tidak pernah lebih baik bila Anda adalah hiu di dalam air yang membeli dari penjualan paksa,” kata kepala investasi Spotlight Asset Group, Shana Sissel kepada Bloomberg. Sissel tetap skeptis terhadap potensi kejatuhan pasar yang lebih luas dari Archegos, menambahkan, “Saya merasa sulit percaya bahwa ini akan berdampak besar secara sistemik pada pasar global di luar beberapa posisi yang mereka pegang.”

CIMB NIAGA

Fokusnya justru pada kemajuan pemulihan ekonomi AS dari COVID-19. Presiden AS Joe Biden akan mengungkapkan program stimulus lanjutna dan condong ke arah sektor infrastruktur pada hari Rabu.

Terkait vaksin COVID-19, Biden juga mengumumkan 90% orang dewasa akan memenuhi syarat untuk mendapat suntikan pada bulan April. Studi dunia nyata dari Pfizer Inc. (NYSE:PFE) dan Moderna Inc. (NASDAQ:MRNA) juga menunjukkan vaksin mereka efektif mencegah infeksi virus corona, menurut peneliti pemerintah AS.

Namun, laju peluncuran vaksin yang cepat dan prospek langkah-langkah stimulus di AS telah menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi di kalangan beberapa investor.

“Vaksinasi lancar yang tengah berlangsung di AS dan dukungan fiskal yang ekstensif mengangkat prospek pertumbuhan, dan dengan itu, juga ekspektasi inflasi,” tandas Esty Dwek, kepala strategi pasar global di Natixis Investment Managers.

Namun, ia menambahkan kenaikan imbal hasil “tidak menyebabkan arus keluar dari ekuitas. Dukungan fundamental untuk aset berisiko sudah tersedia.”

Pukul 11.17 WIB, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun menguat 1,53% ke 1,747 dan indeks dolar AS stagnan di level 92,957 pukul 11.27 WIB.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT