Selasa, 13 April 2021

Bursa Asia Mayoritas Naik sebelum Potensi ‘Uji Nyata’ Kenaikan Inflasi


Oleh Gina Lee

Finroll.com – Saham-saham di Asia Pasifik mayoritas beranjak menguat pada Selasa (13/04) petang dan investor menunggu pengumuman data indeks harga konsumen Maret di AS untuk mengukur pemulihan ekonomi global dari COVID-19.

Shanghai Composite China turun 0,56% ke 3.393,77 pukul 13.02 WIB, Shenzhen Component naik 0,27% ke 13.531,94 menurut data Investing.com. Data perdagangan bulan Maret yang dirilis sebelumnya lebih baik dari perkiraan di mana ekspor tumbuh sebesar 49% tahun ke tahun, impor tumbuh 38,1% tahun ke tahun dan neraca perdagangan senilai USD116,35 miliar.

Negara ini akan merilis data lebih lanjut, termasuk data PDB kuartal I, produksi industri dan investasi aset tetap, pada hari Jumat .

Terkait hubungan China-AS, Menteri Keuangan AS Janet Yellen dilaporkan akan menolak menyebut China sebagai manipulator mata uang dalam laporan valuta asing tengah tahunan pertamanya, yang saat ini belum diselesaikan dan dijadwalkan pada hari Kamis. Langkah tersebut juga memungkinkan kedua negara untuk menghindari putaran ketegangan baru.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,52% ke 28.542,37 pukul 13.06 WIB, setelah kota itu menggantung prospek tindakan pembatasan yang longgar bagi mereka yang telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19 pada hari Senin.

Nikkei 225 Jepang menguat 0,77% ke 29.767,00, KOSPI Korea Selatan naik 0,90% di 3.163,95 dan di Australia, ASX 200 turun 0,11% ke 6.966,60.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah 0,72% ke 5.905,48 sampai pukul 11.30 WIB.

{{eel-10||Beige Book}} dari Federal Reserve AS akan dirilis pada hari Rabu serentak Ketua Fed juga akan berbicara di acara Economic Club of Washington pada hari yang sama. AS akan mengumumkan data penjualan ritel serta produksi industri pada hari Kamis.

Angka tersebut muncul ketika perusahaan AS mulai merilis hasil kuartal pertama mereka sepanjang minggu.

CIMB NIAGA

Sementara itu, perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan pasokan semikonduktor global yang terbatas ketat yang telah membuat produsen mobil menganggur secara global diyakinkan oleh Presiden AS Joe Biden bahwa baik partai Republik dan Demokrat akan mendukung pendanaan pemerintah untuk mengatasi kekurangan tersebut.

Namun, kekhawatiran tetap ada, apakah saham global dapat mempertahankan kenaikannya di tengah lonjakan jumlah kasus COVID-19 di negara-negara seperti India dan peluncuran vaksin yang mengalami hambatan di beberapa wilayah.

Investor juga mencerna imbal hasil obligasi yang naik sedikit setelah lelang surat utang tenor 3 dan 10 tahun Departemen Keuangan AS pada hari Selasa menarik permintaan yang baik. Departemen Keuangan akan melelang kembali obligasi tenor 30 tahun di kemudian hari. Pukul 13.09 WIB, imbal hasil acuan tenor 10 tahun terus naik 0,99% di 1,693.

Namun, beberapa investor tetap khawatir tentang potensi kenaikan inflasi dan biaya pinjaman.

“Ujian sebenarnya adalah ketika inflasi mulai bergerak lebih tinggi … saat itulah suku bunga harusnya menetapkan harga ulang baik untuk keluarnya Fed lebih cepat, atau keluar nanti tetapi jalur yang lebih cepat,” kepala strategi suku bunga global TD Securities Priya Misra menyampaikan kepada Bloomberg.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT