Selasa, 13 Juli 2021

Bursa Asia Menguat Jelang Rilis Data China-AS & Musim Laporan Keuangan


Oleh Gina Lee

Finroll.com – Saham-saham di Asia Pasifik menguat pada Selasa (13/07) pagi menjelang pengumuman data perdagangan dari China yang dapat memberikan petunjuk pemulihan negara tersebut dari COVID-19. Juga dalam perhatian investor adalah data inflasi AS dan pendapatan kuartal kedua.

Shanghai Composite China naik 0,36% di 3.560,74 pukul 09.24 WIB menurut data Investing.com. Data perdagangan China yaitu ekspor, impor dan neraca perdagangan, akan dirilis hari ini. Data lebih lanjut, termasuk angka PDB dan produksi industri kuartal kedua, akan dirilis pada hari Kamis.

Investor juga memperhitungkan dampak dari pemulihan ekonomi yang melambat di China, di samping wabah baru COVID-19 di beberapa wilayah, terhadap permintaan bahan bakar.

Dari tanah air, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beranjak melemah 0,29% di 6.060,68 pukul 09.34 WIB.

Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 1,91% di 27.974,62, Nikkei 225 Jepang menguat 0,79% di 28.796,00 dan KOSPI Korea Selatan naik 0,75% di 3.270,79 pukul 09.28 WIB.

Di Australia, ASX 200 naik 0,40% ke 7.362,50. Namun, kemungkinan bahwa lockdown COVID-19 di Sydney dapat diperpanjang membatasi kenaikan untuk indeks Australia. Indeks Kepercayaan Bisnis National Australia Bank (NAB) juga turun ke 11 di bulan Juni, di bawah angka 20 Mei.

Sementara itu, lelang obligasi AS tenor tiga tahun dan 10 tahun membantu imbal hasil bergerak stabil. Penjualan obligasi tiga tahun senilai $58 miliar mendorong imbal hasil sedikit lebih tinggi daripada sebelum lelang, sementara penjualan obligasi tenor 10 tahun senilai $38 miliar berhasil meraih permintaan yang lebih kuat.

Dengan Bank of America (NYSE:BAC), BlackRock (NYSE:BLK), Citigroup (NYSE:C), Goldman Sachs (NYSE:GS), JPMorgan (NYSE:JPM) dan Morgan Stanley (NYSE:MS) di antara nama-nama besar yang memulai musim pendapatan, ekspektasi untuk musim pendapatan yang solid mendukung reli di saham global.

Investor juga menunggu kapan bank sentral akan memulai pengurangan aset karena adanya pemulihan ekonomi dari COVID-19 berlanjut di beberapa negara. Namun, mereka juga tetap khawatir tentang inflasi di samping penyebaran varian Delta COVID-19 baru-baru ini dan penurunan tingkat vaksinasi.

Jababeka industrial Estate

Pasar sekarang menunggu indeks harga konsumen (CPI) AS untuk bulan Juni, yang akan dirilis di kemudian hari, dan indeks harga produsen, yang akan dirilis pekan ini, untuk mengukur lebih lanjut tekanan inflasi.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell juga akan bersaksi di depan Komite Perbankan Senat AS pada hari Rabu dan Kamis, di mana komentarnya akan dipantau cermat untuk mencari setiap petunjuk tentang jadwal pengurangan aset Fed.

“Wall Street bersiap untuk minggu yang bergejolak lantaran pelaku pasar terbagi atas sejumlah masalah yang mencakup apakah akan berspekulasi pada saham pertumbuhan atau siklus dan jika percepatan inflasi meningkat,” analis pasar senior Oanda Edward Moya mengatakan dalam catatan.

“Satu hal yang disepakati semua orang adalah bahwa pendapatan kuartal kedua akan luar biasa,” tambah catatan itu.

Juga seputar bank sentral, banyak keputusan kebijakan akan diumumkan sepanjang minggu ini. Keputusan Reserve Bank of New Zealand’s akan diketahui pada hari Rabu, Bank of Korea dan Bank of Japan akan merilis keputusan masing-masing pada hari Kamis dan Jumat.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT