Rabu, 31 Maret 2021

Bursa Berjangka Eropa Turun Jelang Laporan Data Inflasi dan Pekerjaan


Oleh Peter Nurse

Finroll.com – Bursa saham berjangka di Eropa beragam pada Rabu (31/03) petang menjelang pengumuman data inflasi utama dan juga tingkat pengangguran.

Pada pukul 14.23 WIB, DAX futures Jerman menguat 0,16% ke 15.020,5, CAC 40 futures Prancis naik tipis 0,05% di 6.088,8 dan FTSE 100 futures di Inggris melemah 0,18% ke 6.719,2 menurut data Investing.com.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus anjlok 1,96% di 5.952,42 pukul 14.34 WIB.

Saham-saham Eropa membukukan keuntungan kuat pada hari Selasa. CAC 40 dan AEX Amsterdam mencapai level tertinggi baru 52 minggu dan Dax mencapai 15.000 poin untuk pertama kalinya, didukung oleh kurangnya dampak negatif dari default hedge fund AS yang melanda saham-saham perbankan global pada hari Senin.

Namun, nada positif ini kemungkinan tidak bertahan lama karena kawasan itu berjuang untuk mengatasi lonjakan kasus virus korona baru, yang menyebabkan banyak negara memperketat langkah-langkah pembatasan. Kementerian Kesehatan Prancis mengatakan pada hari Selasa bahwa jumlah orang di unit perawatan intensif (ICU) karena COVID-19 telah mencapai level tertinggi tahun ini, sementara jumlah kasus baru mengalami peningkatan minggu ke minggu sebesar 6,3%, peningkatan tertinggi sejak akhir November silam.

Dengan pemikiran ini, investor akan mengamati data inflasi terbaru dari zona euro pada bulan Maret dan data pengangguran Jerman. Kedua rilis tersebut kemungkinan akan menjadi indikasi yang baik tentang kesehatan ekonomi kawasan saat memerangi gelombang ketiga kasus Covid-19.

Di sektor korporat, perusahaan konsultan Prancis dan penyedia layanan IT Capgemini (PA:CAPP) menaikkan target margin jangka menengahnya pada hari Rabu, mengutip penggunaan solusi cloud dan kecerdasan buatan yang berkembang pesat di seluruh industri.

Harga minyak lanjut naik pada Rabu petang menjelang pertemuan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya hari Kamis, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, yang akan memutuskan tingkat produksi hingga bulan Mei.

Panel ahli yang menasihati kelompok tersebut mengingatkan bahwa meningkatnya kasus Covid dan tindakan penguncian global kemungkinan akan berdampak pada pertumbuhan permintaan, menurut laporan yang dilihat oleh Reuters, dan dengan demikian produsen diharapkan akan memperpanjang pembatasan pasokan hingga Mei.

CIMB NIAGA

Data dari kelompok industri American Petroleum Institute pada hari Selasa menunjukkan stok minyak mentah AS naik 3,9 juta barel dalam sepekan hingga 26 Maret, jauh di atas ekspektasi.

Data persediaan AS akan dikeluarkan pada hari Rabu setempat dari Badan Informasi Energi (EIA) AS.

Harga minyak WTI makin naik 0,66% ke $60,95 per barel dan harga minyak Brent terus naik 0,59% di $64,55 per barel pukul 14.32 WIB.

Sebaliknya, harga emas berjangka turun tipis 0,04% ke $1.685,30 per troy ons, sedangkan EUR/USD menguat 0,18% di 1,1736.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT