Rabu, 31 Maret 2021

Bursa Eropa Lanjut Melemah, Saham Deliveroo Jatuh Pasca IPO


Oleh Peter Nurse

Finroll.com – Bursa saham Eropa masih beranjak melemah pada Rabu (31/03) petang setelah pencatatan saham perdana (IPO) perusahaan pengiriman makanan Deliveroo yang mengecewakan.

Pada pukul 15.52 WIB, DAX Jerman turun tipis 0,01% di 15,006.40 menurut data Investing.com, CAC 40 Prancis melemah 0,13% di 6,080.02 dan indeks FTSE Inggris turun 0,32 ke 6,750.15.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,42% ke 5.985,52 sampai pukul 15.15 WIB.

Saham-saham Eropa meraih keuntungan kuat pada hari Selasa. Indeks CAC 40 dan Amsterdam AEX mencapai level tertinggi baru 52 minggu dan DAX mencapai 15.000 poin untuk pertama kalinya.

Namun, tren positif ini tidak bertahan lama karena kawasan tersebut berjuang untuk mengatasi lonjakan kasus virus korona baru, yang telah menyebabkan banyak negara memperketat langkah-langkah pembatasan, akibat kurangnya kemajuan dalam program vaksinasi warganya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron akan menyampaikan pidato yang disiarkan melalui televisi pada Rabu malam setempat, setelah kementerian kesehatan negara mengatakan pada hari Selasa bahwa jumlah orang di unit perawatan intensif (ICU) karena COVID-19 telah mencapai tingkat tertinggi tahun ini. Jumlah kasus baru meningkat sebesar 6,3% dalam seminggu, kenaikan paling besar sejak akhir November.

Di sektor korporat, saham Deliveroo melemah turun dari harga IPO setelah menjadi salah satu pencatatan pasar saham di London yang paling diantisipasi pasar, saham float terbesar di Bursa Efek London sejak Glencore (OTC:GLNCY) pada Mei 2011.

Saham Just Eat Takeaway (AS:TKWY) dan Delivery Hero (DE:DHER) bergerak turun.

Saham H&M (ST:HMb) jatuh setelah perusahaan ritel Swedia ini melaporkan kerugian kuartalan dan mengatakan tidak akan mengusulkan dividen pada rapat umum tahunannya.

Jababeka industrial Estate

Saham Capgemini (PA:CAPP) menguat pasca konsultan Prancis dan penyedia layanan TI ini menaikkan target margin jangka menengahnya pada hari Rabu, sementara saham Daimler (OTC:DDAIF) juga naik setelah pabrikan mobil Jerman ini kembali mengharapkan 2021 menjadi tahun yang jauh lebih baik untuk laporan pendapatan dan keuntungan sebelum pajak daripada tahun 2020. Proyeksi ini hampir setara dengan peningkatan karena masalah kekurangan chip semikonduktor global tampaknya memburuk sejak pertama kali perkiraan itu disampaikan.

Dalam berita ekonomi, PDB Inggris tumbuh sebesar 1,3% antara Oktober dan Desember tahun lalu dari periode tiga bulan sebelumnya, meningkat dari perkiraan sebelumnya untuk pertumbuhan sebesar 1,0%, sedangkan tingkat pengangguran Jerman tetap sebesar 6,0% di bulan Maret.

Harga minyak masih beranjak naik pada Rabu petang menjelang pertemuan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan mitranya pada hari Kamis, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, akan memutuskan tingkat produksi hingga Mei. Pakar teknis OPEC memangkas perkiraannya untuk pertumbuhan permintaan global tahun ini pada hari Selasa, menjadi 5,6 juta barel per hari, dari sebelumnya 5,9 juta.

Data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa menunjukkan stok minyak mentah AS naik 3,9 juta barel dalam sepekan hingga 26 Maret, jauh di atas ekspektasi. Badan Informasi Energi (EIA) AS akan merilis data pasokan pada sesi Rabu nanti.

Harga minyak WTI naik tipis 0,07% ke $60,59 per barel dan harga minyak Brent naik tipis 0,06% di $64,21 per barel pukul 16.09 WIB.

Sementara, harga emas berjangka turun tipis 0,06% ke $1.684,95 per troy ons, sedangkan EUR/USD bergerak menguat 0,23% di 1,1742.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT