Senin, 29 Maret 2021

Bursa Eropa Menguat FTSE Turun, Saham Credit Suisse Anjlok karena Hedge Fund


Oleh Peter Nurse

Finroll.com – Bursa saham Eropa sebagian besar lanjut bergerak menguat pada Senin (29/03) petang dan indeks acuan Eropa pun mencatatkan rekor baru sepanjang masa, ditopang oleh optimisme pemulihan ekonomi global, kendati saham Credit Suisse (SIX:CSGN) anjlok setelah memperingatkan menghadapi tekanan kerugian yang “sangat signifikan” terhadap eksposur kepada klien yang tidak disebutkan identitasnya.

Pada pukul 16.23 WIB, DAX Jerman naik 0,24% ke 14.784,70 menurut data Investing.com, CAC 40 Prancis naik 0,20% di 6.000,64, sedangkan indeks patokan Euro Stoxx 50 menguat 0,22% ke 3.875,25, atau naik ke level tertinggi sepanjang masa. Indeks FTSE Inggris melemah 0,25% di 6.723,51.

Di tanah air, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 0,46% di 6.166,82 sampai pukul 15.15 WIB.

Investor semakin yakin terhadap pemulihan ekonomi global yang kuat dari pandemi Covid-19, yang diprakarsai oleh Amerika Serikat, utamanya ketika Presiden AS Joe Biden bersiap untuk mengumumkan potensi rencana infrastruktur baru, yang diperkirakan mencapai $3 triliun.

Saham-saham Eropa telah tertinggal dari rekan-rekannya di Amerika Serikat dalam enam bulan terakhir akibat tindakan penguncian baru di benua itu dan program vaksinasi yang relatif lambat mengganggu prospek ekonomi kawasan.

Terlepas dari kenaikan hari Senin, kekhawatiran berkembang bahwa ekonomi terbesar Eropa harusnya lebih memperketat pembatasannya, yang selanjutnya menunda pemulihan ekonomi kawasan, setelah Prancis, misalnya, melaporkan jumlah pasien covid-19 tertinggi di unit perawatan intensif units (ICU) tahun ini pada hari Minggu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah membela keputusannya untuk melanjutkan tindakan pembatasan sebagian yang menargetkan zona infeksi tinggi seperti Paris alih-alih memberlakukan kebijakan penguncian penuh ketiga, tetapi ia mengakui bahwa pembatasan lebih lanjut kemungkinan diperlukan.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel mengancam akan meminta kekuatan darurat federal untuk menghentikan penyebaran penyakit setelah jumlah rata-rata kasus 7 hari virus mencapai level tertinggi sejak Januari. Di Polandia, jumlah kasus baru mencapai rekor sepanjang masa pada akhir pekan, sementara jumlah kasus terus mengalami peningkatan di Belgia, Belanda dan Austria. Sebaliknya, kurva infeksi Italia mendatar, sementara di Ceko sekarang mengalami penurunan tajam setelah lonjakan pada Januari dan Februari.

Dalam berita perusahaan, saham Credit Suisse anjlok lebih dari 13% pukul 16.30 WIB setelah raksasa perbankan Swiss tersebut memperingatkan dampak kerusakan “sangat signifikan” pada hasil kinerja perusahaan pada kuartal I karena telah menerima pukulan dari dana lindung nilai AS yang besar yang gagal memenuhi posisi margin call pada minggu lalu. Saham bank lain dengan operasi pialang utama juga ada yang signifikan terpengaruh di mana Deutsche Bank (DE:DBKGn) jatuh lebih 5%, tapi UBS (SIX:UBSGE) malah naik 2%. Saham Barclays (LON:BARC) turun 1% lebih.

CIMB NIAGA

Sebelumnya Senin, bank investasi terbesar Jepang, Nomura (T:8604) menandai kemungkinan kerugian senilai $2 miliar di anak perusahaan di AS, yang menurut bank itu berasal dari transaksi dengan kliennya di AS.

Saham Hugo Boss (DE:BOSSn) turun setelah rumah mode Jerman ini terlibat dalam perselisihan antara China dan Barat atas tuduhan kerja paksa di Xinjiang.

Harga minyak lanjut turun pada Senin petang setelah kapal kontainer yang terjebak di Terusan Suez sebagian bisa terapung kembali dan ini meningkatkan kemungkinan bahwa kapal itu dapat dibebaskan dalam waktu dekat sehingga membuka blokir jalur air utama tersebut.

Harga minyak telah naik lebih dari 4% pada hari Jumat karena trader mencoba mempertimbangkan dampak dari kemacetan rute utama perdagangan global, yang dilalui sekitar 10% dari perdagangan minyak global di atas lautan.

Harga minyak WTI lanjut turun 0,71% ke $60,54 per barel pukul 16.36 WIB dan harga minyak Brent turun 0,34% ke $64,21 per barel. Namun, terlepas dari penurunan ini, kedua tolok ukur minyak ini masih akan membukukan kenaikan kuartalan keempat secara berturut-turut minggu ini.

Adapun, harga emas berjangka makin turun 0,42% ke $1.724,95 per troy ons, sementara EUR/USD terus turun 0,14% di 1,1775 per pukul 16.39 WIB.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT