Jumat, 16 April 2021

Citi akan Tutup Bisnis Ritel di 13 Negara, Fokus ke Manajemen Kekayaan Institusi


Oleh Dhirendra Tripathi

Finroll.com – Saham Citigroup (NYSE:C) beranjak naik pada perdagangan pre-market Jumat (16/4) petang setelah bank itu mengatakan akan menjual operasi perbankan konsumennya di 13 negara untuk fokus pada bisnis manajemen kekayaan dengan margin yang lebih tinggi.

“Sebagai hasil dari penyegaran strategi kami yang berkelanjutan, kami telah memutuskan bahwa kami akan melipatgandakan (divisi) manajemen kekayaan,” kata CEO Jane Fraser.

“Sementara 13 pasar lainnya memiliki bisnis yang sangat baik, kami tidak memiliki skala yang kami butuhkan untuk bersaing.”

Citigroup akan keluar dari bisnis konsumen di Australia, Bahrain, China, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Filipina, Polandia, Rusia, Taiwan, Thailand dan Vietnam. Bisnis klien institusi bank di negara tersebut tidak akan terpengaruh.

Bisnis konsumen dan manajemen kekayaan yang tersisa akan ada di Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan London.

Citigroup melaporkan laba bersih $7,9 miliar untuk kuartal pertama 2021, lebih dari tiga kali lipat dari $2,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan merosot 7%, menjadi $20,7 miliar.

Pukul 15.07 WIB, harga saham Citigroup naik 0,29% di 72,75 pada perdagangan pre-market Jumat (16/04) petang.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT