Jumat, 9 Juli 2021

Fokus Pasar: Imbal Hasil Obligasi, Perusahaan Minyak Besar, Saham Meme


Oleh Dhirendra Tripathi

Finroll.com – Investor keluar dari aset risiko pada Kamis di tengah meningkatnya wabah kasus Covid-19 yang melanda AS dan Inggris Raya yang mengancam akan menghambat kemajuan pemulihan ekonomi.

Imbal hasil obligasi 10 tahun AS turun ke level terendah sejak Februari pada Kamis sebelum memulihkan sebagian dari penurunannya. Harga bergerak berbanding terbalik dengan harga. Pergerakan bunga obligasi yang lebih rendah baru-baru ini terjadi karena ekspektasi reflasi dan melandainya pertumbuhan, mendorong investor untuk meninggalkan spekulasi bearish-nya pada obligasi.

Prospek pertumbuhan juga telah memburuk oleh lonjakan kasus Covid-19. Pasalnya, varian delta yang pertama kali diidentifikasi di India terus menyebar, mengancam sektor perjalanan di musim panas. Pejabat kesehatan masyarakat di AS telah mendesak warganya dengan tingkat vaksinasi yang rendah untuk mendapatkan suntikan.

Saat penurunan imbal hasil obligasi biasanya baik untuk saham teknologi, hal itu tidak terjadi pada hari Kamis di mana raksasa seperti Facebook (NASDAQ:FB) dan Microsoft (NASDAQ:MSFT) jatuh.

Saham sensitif Cryptocurrency juga mengalami pelemahan imbas tren bitcoin.

Berikut adalah tiga hal yang dapat mempengaruhi pasar Jumat:

1. Perhatian ke imbal hasil obligasi

Perhatian akan tertuju pada pasar obligasi setelah imbal hasil acuan obligasi tenor 10 tahun turun pada Kamis menjadi 1,25%, level yang tidak terlihat sejak Februari, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas laju rebound ekonomi global dan investor mencari tempat berlindung yang aman.

Bahkan ketika tingkat vaksinasi semakin cepat dan orang-orang kembali bekerja dan bepergian, penyebaran cepat varian delta dari virus corona adalah masalah terbaru bagi para pengambil kebijakan, bankir, dan ekonom dalam menyeimbangkan target pertumbuhan dan inflasi.

CIMB NIAGA

Jepang telah mengumumkan status keadaan darurat di Tokyo.

2. Sektor energi jadi fokus

Saham-saham perusahaan energi juga beranjak melemah akibat kekhawatiran atas kembalinya pertumbuhan ekonomi global. Itu telah membebani perusahaan besar seperti Chevron Corp (NYSE:CVX), Exxon Mobil Corp (NYSE:XOM) dan Royal Dutch Shell (LON:RDSa) PLC ADR (NYSE:RDSa).

Minyak mentah sedikit rebound, sekitar $73 per barel untuk minyak mentah WTI dan $74 untuk patokan internasional minyak mentah Brent setelah laporan persediaan bullish menunjukkan penurunan stok minyak mentah di minggu lalu.

3. Apakah perdagangan meme sudah berakhir?

Saham AMC Entertainment Holdings Inc (NYSE:AMC) dan GameStop Corp (NYSE:GME) sempat jatuh pada awal perdagangan Kamis setempat sebelum pulih pada sore harinya, tetapi volatilitas tambahan muncul seiring langkah investor memperdebatkan apakah reli saham meme akhirnya berakhir.

AMC mencapai titik tertinggi 52 minggu di $72,62 pada 2 Juni dan sejak saat itu turun menjadi sekitar $47, penurunan juga dipicu oleh trader yang kecewa atas kebijakan penggalangan dana berlanjut. Dua hari lalu sebelumnya, operator multipleks membatalkan satu penjualan 25 juta saham tersebut.

Sumber : Investing.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT