Jumat, 12 Maret 2021

IHSG Melambung & Kokoh di 6.300 Saat Pembukaan


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan akhir pekan Jumat (12/3/21). Indeks acuan bursa nasional tersebut terapresiasi 0,83% ke 6.316,88.

Selang 5 menit IHSG masih terapresiasi 0,84% ke level 6.317,22 setelah sempat melesat di atas 1% dampak dari bursa saham AS yang baru saja mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Nilai transaksi pagi ini sebesar sebesar Rp 1 triliun dan terpantau investor asing membeli bersih Rp 51 miliar di pasar reguler.

Asing melakukan pembelian di saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 15 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 27 miliar.

Sedangkan jual bersih dilakukan asing di saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang dilego Rp 2 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang dijual Rp 27 miliar.

Indeks Dow Jones dan S&P 500

Dari bursa saham acuan global Paman Sam, Indeks acuan Dow Jones serta S&P 500 lagi-lagi menyentuh level tertinggi sepanjang masanya pada penutupan perdagangan dini hari tadi.

Indeks DJIA berhasil melesat 58% dan menjadi penutupan tertinggi Dow di angka 32.458,59. Sedangkan S&P 500 juga melesat kencang menembus rekor setelah terbang 1,04%, untuk indeks Nasdaq juga terpantau melonjak 2,52%.

Euforia bursa saham tak terlepas dari Presiden Joe Biden yang baru saja menandatangani paket stimulus US$ 1,9 triliun yang datang lebih cepat sehari daripada perkiraan.

Kamis lalu, paket stimulus US$ 1,9 juta sudah ditandatangani. Paket ini termasuk cek langsung sebesar US$ 1.400 dolar yang diprediksikan akan meningkatkan likuiditas pasar.

Sebanyak US$ 400 miliar dari paket tersebut adalah untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Nilainya US$ 1.400 untuk warga berpenghasilan di bawah US$ 75.000/tahun atau pasangan dengan penghasilan gabungan di bawah US$ 150.000/tahun. Ada pula US$ 350 miliar untuk membantu pemerintah daerah untuk penganganan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) termasuk distribusi vaksin.

Muncul sentimen positif dari dalam negeri yakni melandainya kasus aktif Covid-19 di Indonesia.Kasus aktif merupakan jumlah penderita yang masih terpapar Covid-19 baik itu dirawat di RS atau isolasi mandiri. Hari ini, Selasa (9/3) kasus aktif di Indonesia turun 1.317 menjadi 144.311.

CIMB NIAGA

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan awalnya kasus aktif di Indonesia terus naik saat awal pandemi hingga pekan kedua Oktober. Hal ini karena adanya libur panjang.

Sumber Berita : CNBC INDONESIA

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT